Dukung Ekonomi Akar Rumput, BRI Surabaya Beri Modal Rp3,8 Triliun ke 89 Ribu Pelaku Usaha

Dukung Ekonomi Akar Rumput, BRI Surabaya Beri Modal Rp3,8 Triliun ke 89 Ribu Pelaku Usaha


Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office (RO) Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam menggerakkan roda ekonomi akar rumput di Jawa Timur.

Hingga periode April 2026, BRI RO Surabaya tercatat telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nilai total mencapai Rp3,839 triliun. Program pembiayaan bersubsidi ini menyasar sebanyak 89.592 debitur yang mayoritas merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah agresif dalam penyaluran modal kerja ini merupakan bagian dari strategi besar BRI untuk memastikan para pelaku usaha tetap produktif dan memiliki ruang untuk berkembang di tengah dinamika pasar yang kian kompetitif.

Kehadiran akses permodalan yang mudah dan terjangkau dipandang sebagai katalisator utama bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Regional Micro Banking Head BRI Region Surabaya, Rahadi Kristiyono, mengungkapkan bahwa penyaluran KUR pada empat bulan pertama tahun ini sangat terkonsentrasi pada sektor-sektor strategis. Tercatat, sektor perdagangan, jasa, dan pertanian mendominasi porsi pembiayaan hingga mencapai 96,64 persen dari total modal yang dikucurkan.

“Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan yang disalurkan BRI telah diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian,” jelas Rahadi dalam sesi konferensi pers yang digelar di Surabaya, Kamis (7/5/2026).

Pemusatan pada sektor produktif ini bukan tanpa alasan. Sektor pertanian dan perdagangan dianggap sebagai tulang punggung ekonomi lokal di Jawa Timur yang memiliki daya tahan tinggi terhadap fluktuasi ekonomi global.

Dengan memberikan dukungan finansial pada sektor ini, BRI berupaya menciptakan efek domino yang positif bagi ketersediaan lapangan kerja dan stabilitas pasokan pangan maupun jasa di tingkat daerah.

Dalam pemetaan distribusi geografis, Kabupaten Lamongan muncul sebagai wilayah dengan serapan KUR tertinggi di bawah naungan Regional Office Surabaya.

Sebanyak 10.596 debitur di wilayah tersebut telah menerima manfaat dari program ini. Tingginya angka debitur di Lamongan mencerminkan potensi kewirausahaan yang besar di daerah tersebut, terutama pada sektor pertanian dan perdagangan mikro yang menjadi karakteristik wilayah Pantura.

Selain memperluas jangkauan pembiayaan, Rahadi menegaskan bahwa fokus BRI tidak hanya berhenti pada pemberian angka di atas kertas. Bank plat merah ini juga menjalankan mandat untuk meningkatkan kompetensi para pelaku usaha melalui berbagai program pemberdayaan.

Strategi ini bertujuan agar UMKM tidak sekadar bertahan hidup, tetapi mampu mengelola bisnis mereka secara berkelanjutan (sustainable).

Dukungan yang diberikan kepada hampir 90 ribu debitur tersebut mencakup aspek yang lebih luas dari sekadar modal. BRI RO Surabaya secara konsisten melakukan pendampingan usaha dan edukasi finansial.

Pendekatan ini diambil guna memastikan para pelaku usaha memiliki literasi keuangan yang baik, mampu mengelola arus kas, serta memahami tanggung jawab dalam pengembangan bisnis.

BRI, sebagai motor penggerak pembangunan inklusif, memposisikan diri sebagai mitra strategis bagi pemerintah dalam menjawab tantangan kesenjangan ekonomi di tingkat daerah.

Menghadapi era disrupsi teknologi, BRI RO Surabaya juga memberikan perhatian khusus pada transformasi digital bagi para debiturnya. Rahadi menambahkan bahwa edukasi digital menjadi agenda wajib dalam setiap proses pendampingan.

Pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan platform penjualan daring (e-commerce) guna memperluas jangkauan pasar mereka ke tingkat nasional, bahkan internasional.

“Kami berkomitmen melanjutkan penyaluran KUR dengan fokus pada sektor produktif agar pembiayaan yang diberikan mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha masyarakat. Kami juga terus mengedukasi mereka agar melek digital sehingga UMKM bisa benar-benar naik kelas,” tambah Rahadi.

Sebagai perbandingan, pada sepanjang tahun 2025 yang lalu, BRI RO Surabaya berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp10,885 triliun kepada 245.906 debitur. Menariknya, pada tahun sebelumnya porsi sektor perdagangan, jasa, dan pertanian hanya berada di angka 61,91 persen.

Kenaikan porsi sektor produktif menjadi 96,64 persen di tahun 2026 ini menunjukkan pergeseran strategi BRI yang semakin tajam dalam menyasar usaha-usaha yang memiliki dampak ekonomi langsung di masyarakat.


Copyright © 2026 Suara.com - BRI. All rights reserved.