SuaraCianjur.id – Perseturuan antara pesulap merah dengan orang – orang ‘pintar’ masih ramai diperbincangkan. Terbaru pesulap merah mendapatkan somasi dari Rara Pawang hujan, setelah sempat menyindir melalui media sosial soal pekerjaannya.
Habib Husein Ja'far memberikan tanggapannya melalui sebuah video dari channel Youtube-nya Jeda Nulis, seperti yang dilihat MInggu (4/9/2022). Ia mengunggah video dengan judul “Dukun, Jin, dan Islam”.
Dalam video yang berdurasi hampir 14 menit tersebut, beliau tidak memberikan pendapatnya secara khusus pada konflik tersebut. Melainkan membahas persoalan antara Dukun, Jin, dan Islam secara universal.
Menurut, Habib Jafar fenomena seorang dukun bukan hal yang baru dalam Islam. Bahkan, sejak zaman Firaun pun ilmu sihir sudah digunakan oleh dukun, namun dikandaskan oleh Nabi Musa a.s yang bersandar pada dzat maha pencipta.
Bahkan dalam Al-Qur'an, Surah Al-Falaq secara detail menjelaskan manusia dapat terhindar dari segala bentuk sihir, dukun, kedengkian, fitnah, dengan cara meminta perlindungan kepada Allah SWT.
Habib melanjutkan, percaya kepada hal-hal semacam dukun tidak hanya mendapatkan dosa namun juga bukti kebodohan.
“Jika-orang menyebut dukun sebagai orang pintar, maka itu salah!” kata Habib Jafar dalam videonya.
“Orang pintar itu, lulus tes SBMPTN. Orang pintar itu menggali ilmu dari Al-Qur’an” tambahnya.
Dalam hadist Riwayat Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa orang yang mempercayai hal-hal gaib seperti dukun, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari.
Habib Jafar menegaskan bahwa mempercayai sesuatu hal gaib seperti dukun adalah sebuah kebodohan. Karena dalam Surah An-Nisa ayat 120, Allah telah menyebutkan bahwa sifat dari setan itu adalah pembohong.
Lalu untuk apa kita mempercayai sesuatu yang telah dilabeli oleh Allah, makhluk yang memiliki sifat pembohong. Maka tak heran mempercayai disebutkan sebagai Tindakan yang bodoh.
Jalaludin Rumi, seorang tokoh spiritual Muslim yang sangat disegani, berpendapat bahwa orang yang memiliki kelebihan untuk terhubung dengan hal gaib bukanlah sebuah kebanggaan.
Sebab, pernah seorang datang kepada Jalaludin Rumi untuk menceritakan ada seseorang yang hebat karena bisa terbang. Lalu beliau hanya menjawab, jika hanya bisa terbang maka ia tidak lebih hebat dari burung.
Diakhir videonya, Habib Ja'far menjelaskan jika kita memang ingin mendapatkan sesuatu yang instan dan sifatnya ghaib dari sosok yang keramat. Maka sosok yang paling dekat dengan kita dan keramat adalah ibu kita sendiri.
Jika kita ingin mendapatkan keajaiban-keajaiban dalam hidup, maka mintalah kepada Allah melalui ibu kita. Cium tangannya, dan biarkan ibu memegang kepala kita, lalu minta keajaiban dalam hidup kepada Allah.