SuaraCianjur.id - Kutil tidak hanya muncul pada bagian lengan, tungkai mulut. Kutil juga dapat tumbuh di bagian kelamin.
Salah satu penyakit kelamin yang ditakuti pria yakni munculnya kutil. Kutil dapat tumbuh pada kelamin pria karena infeksi human papillomavirus (HPV) yang menyebabkan munculnya kutil kelamin.
Faktor tumbuhnya kutil pada kelamin, bisa terjadi melalui hubungan seksual. Seksolog, Dr. David S. Reitman, MD menjelaskan penyebaran kutil saat berhubungan seks bakalan terjadi ketika alat kelamin bergesekan dengan vagina, penis, skrotum, mulut, atau daerah anus orang lain.
Pada saat itu, tak menutup kemungkinan akan mendapatkan infeksi dengan pasangan yang sudah memiliki infeksi di kulitnya. Kondisi seperti ini, masih dapat diobati.
"Biasanya dokter akan memberikan beberapa jenis pengobatan yang diinginkan. Kadang-kadang, ahli bedah atau dokter kulit mungkin diperlukan untuk mengobati kasus yang parah. Penderita mungkin ingin melakukan perawatan di rumah, juga bisa meminta resep dan saran dari dokter yang mengatasi masalah tersebut," katanya. Pastikan untuk mengikuti instruksi aplikasi dengan hati-hati. Jika tidak, pembengkakan, kemerahan, lepuh, dan pendarahan yang signifikan dapat terjadi di sekitar area yang terkena," katanya seperti yang dikutip dari Suara.com.
Kutil sendiri, lanjut David akan menghilang dengan sendirinya. Namun jika tidak ditangani dengan bantuan medis, kutil hilang dengan jangka waktu yang lama.
"Tubuh manusia memiliki kemampuan untuk membersihkan diri dari infeksi HPV. Kebanyakan pasien menemukan bahwa kutil kelamin mereka hilang seiring waktu, bahkan jika tidak diobati. Biasanya dibutuhkan antara 1 dan 2 tahun untuk itu terjadi. Selama tidak keberatan menunggu, kebanyakan kutil kelamin tidak perlu diangkat secara medis," jelasnya.
Soal kutil jadi penyebab kanker, David mengatakan kondisi seperti itu jarang sekali terjadi bahkan tidak pernah. Berbeda jika genotipe HPV bisa menempatkan resiko tinggi kanker.
"HPV datang dalam berbagai bentuk genotipe kutil kelamin . Biasanya tidak menyebabkan kanker serviks, penis, atau anus. Namun, genotipe HPV lain dapat menempatkan seseorang pada risiko kanker yang lebih tinggi. Untuk itu, jika seseorang yang aktif melakukan hubungan seksual selama 3 tahun, perlu melakukan tes skrining Pap smear setiap tahunnya. Perlu juga untuk melakukan skrining Pap smear tahunan." katanya.
Baca Juga: Barcelona Pakai Jersey Berlogo Burung Hantu di Laga El Clasico Nanti, Kenapa?
Untuk pencegahannya, penggunaan kondom bisa menjadi alternatif. Dengan kondom dapat mengurangi resko penularan.
"Seperti halnya kontak seksual, penggunaan kondom yang konsisten dan benar akan selalu mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual. Ingat, bagaimanapun, bahwa kondom hanya efektif jika menutupi area yang (atau pernah) terinfeksi kutil di masa lalu. Jika kutil ada di sepanjang batang penis, itu mungkin bisa mengurangi risiko penularan. Namun, jika pasangan Anda memiliki kutil di sepanjang paha atau skrotumnya, penggunaan kondom tidak akan efektif karena area tersebut masih dapat melakukan kontak dengan kulit." pungkasnya. (*)
Sumber : Suara.com
Artikel ini telah tayang di Suara.com berjudul: Tanya Seksolog: Apa Penyebab Munculnya Kutil Kelamin dan Bagaimana Cara Menyembuhkannya?