SuaraCianjur.id - Polisi harus memberlakukan one way untuk arus lalu lintas yang menuju Cianjur, pada akhir pekan ini.
Penerapan ini, guna menertibkan arus lalu lintas yang masih didominasi kendaraan-kendaraan yang membawa logistik untuk para korban gempa Cianjur.
Penerapan one way diberlakukan sejak pukul 07.00 WIB pagi tadi dan akan berlangsung sampai pukul 15.00 WIB.
Adapun pelaksanaannya yakni pada pukul 07.30 – 11.00 WIB kendaraan yang diprioritaskan melintas dari arah Bogor menuju Cianjur.
Sementera arah sebaliknya baru bisa berlaku pada pukul 12.30 – 15.00 WIB.
“Jadi kalau dari arah Jakarta, nanti dilaihkan lewat Limbangansari. Sementara dari Bandung nanti di alihkan ke Jalan KH Abdullah Bin Nuh. Untuk dari Sukabumi dialihkan ke lewat Warung Kondang,” terang Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan dikonfirmasi, Sabtu (3/12/2022).
Doni pun menghimbau untuk mengantisipasi terjadi kemacetan, bagi masyarakat yang hendak memberikan bantuan agar sebaiknya diberikan melalui satu pintu yang terpusat diantaranya kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur atau Pendopo Kabupaten Cianjur, Polres Cianjur, dan Kodim.
Selain itu, penyaluran secara sistem terpusat dilakukan agar pemberian bantuan dapat tersalurkan secara merata.
Sampai saat ini, penanganan gempa yang meluluhlantahkan beberapa daerah di Cianjur, masih terus dilakukan.
Baca Juga: Deretan Jebolan Piala AFF 2020 yang Bela Timnas Indonesia di Edisi 2022
Data terbaru dari Pemkab Cianjur, disebutkan jika korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur, kini berjumlah 331 orang.
Hal itu masih bisa terus bertambah seiring pencarian yang dilakukan tim gabungan terus dilakukan.
Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,6 tersebut juga menyebabkan kerusakan. Data Pemkab Cianjur menyebutkan ada 58.049 rumah rusak dengan rincian 20.367 rumah rusak ringan, 12.496 rusak sedang, dan 25.186 rusak berat. Selain itu juga ada 363 bangunan sekolah yang rusak serta 144 tempat ibadah yang juga alami kerusakan. (*)