Putri langsung memanggil ketiga ajudannya yakni Bharada E, Brigadir J danMathius Marey. Lalu mereka berempat naik mobil dan berkeliling di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Setibanya rombongan di rumah Bangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam kondisi marah. Tapi kata Bharada E Ferdy Sambo langsung masuk ke dalam rumahnya.
“Pak FS kayak marah juga, langsung masuk ke dalam rumah. Almarhum bilang Chad nanti ada Pak Eben yang datang rekannya bapak," kata Bharada E menirukan percakapan Brigadir J kala itu.
Bharada E mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah, karena dirinya disuruh menunggu di luar. Berselang beberapa saat kemudian, muncul seorang wanita dari dalam rumah sambil menangis.
"Setengah jam kemudian ada orang keluar dari rumah. Saya bilang ada orang keluar itu. Ada perempuan, saya ga kenal, nangis dia. Saya bertanya-tanya ini siapa. Saya lihat ke dalam," terang Bharada E.
![Bharada E menjadi saksi bagi terdakwa Bripka RR dan Kuat Maruf. Dalam sidang Bharada E mengungkap sikap Putri Candrawathi ke Brigadir J dan sifat tempramental Ferdy Sambo. [Foto: Suara.com / ANTARA FOTO - Fauzan/aww]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/11/30/1-bharada-e.jpg)
Kata Bharada E disempat membantu wanita tersebut sesaat keluar dari rumah wanita dan mencari keberadaan sopirnya.
“Perempuan itu bilang mencari driver dia, saya lari ke samping saya panggil drivernya, perempuan itu naik, baru pulang," jelasnya.
Usai kejadian itu Ferdy Sambo kata Bharada E lebih sering pulang ke rumah Saguling.
Sementara itu kuasa hukum Bharada E mengatakan kalau ciri dari wanita yang dilihat kliennya itu berambut pendek dan berkulit sawo matang. Namun tak di jelaskan jelas siapa wanita tersebut. (*)