SuaraCianjur.id- Cerita seorang pemuda bernama Tiko dan menjadi perhatian masyarakat, turut menjadi perhatian dari seorang pengusaha bernama Jhon LBF.
Pengusahan ini ingin ikut membantunya dengan cara memberikan ruangan kerja dengan gaji yang cukup besar.
Jhon LBF berencana membantu Tiko dengan menawarkan pekerjaan di perusahaannya denga gaji sebesar Rp10 juta. Ada alasan kenapa John LBF oengin memberikan gaji kepada Tiko sebesar itu.
John LBF mengaku kalau dia melihat Tiko seperti sedang bercermin, karena dirinya merasa sama seperti Tiko sebagai anak satu-satunya.
"Saya seperti bercermin gitu loh, saya kayak ngaca. Saya anak laki-laki satu-satunya saya sayang banget sama ibu saya, Tiko anak laki satu-satunya sayang banget sama ibunya," ungkap Jhon LBF dilansir dari kanal YouTube Intens Investasi, dilihat Senin (9/1/2023).
Pengusaha yang kerap eksis di dunia maya ini juga mengungkapkan kalau kondisi yang dilalui Tiko sangat sulit. Karena bukanlah perkara yang ringan, mengurus seorang ibu yang memiliki gangguan mental.
"Kondisinya bahkan lebih parah Tiko karena ibunya lagi sakit keterbelakangan mental, itu belasan tahun diurusin sama dia itu bukan hal yang mudah," kata Jhon LBF.
Alasan Jhon LBF memberikan gaji sebesar Rp 10 Juta kepada Tiko meski tak memiliki skill yang mumpuni, karena kebutuhan yang dimiliki oleh Tiko cukup besar.
![Tiko yang merawat Ibu Eny mendapatkan tawaran kerja dan gaji besar dari Jhon LBF [Foto: Tangkapan Layar YouTube Bang Brew TV]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2023/01/09/1-fakta-perjuangan-tiko-merawat-ibu-eny-youtube-bang-brew-tv.jpg)
Pengusaha tersebut juga turut yakin dengan kemampuan yang dmiliki Tiko. Jhon merasa yakin kalau Tiko tidak akan menggunakan gajinya untuk hal-hal yang negatif.
Baca Juga: Sandiaga Uno akan Segera Temui Prabowo Subianto, Pamit Hengkang dari Gerindra?
"Karena ini anak punya kebutuhan besar dan saya yakin, dia punya gaji segitu bukan untuk mabuk-mabukan, bukan untuk hal-hal yang gak benar. Dia akan gunakan uang itu untuk merawat ibunya. Skill bisa dilatih, skill bisa dipelajari," terang John LBF. (*)