SuaraCianjur.Id- Dr. Boyke,menyampaikan bahwa frekuensi berhubungan seksual bisa berbeda untuk setiap orang dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, kondisi kesehatan, dan preferensi pribadi.
Menurut Dr. Boyke, ada yang menyarankan untuk berhubungan seks 4-5 kali seminggu, sementara ada juga yang menyarankan seminggu sekali.
Namun, ia menekankan bahwa hal ini bergantung pada preferensi dan kebutuhan setiap individu dan pasangan.
Dr. Boyke juga menjelaskan bahwa usia dapat mempengaruhi frekuensi berhubungan seksual. Misalnya, pada usia muda, seseorang mungkin memiliki gairah seksual yang tinggi dan lebih sering berhubungan seks.
Namun, pada usia lanjut, frekuensi ini bisa berkurang dan lebih dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dan energi. Kondisi kesehatan juga memainkan peran penting dalam frekuensi berhubungan seksual.
Misalnya, jika seseorang mengalami masalah kesehatan seperti stres, kelelahan, atau masalah medis tertentu, ini bisa mempengaruhi frekuensi berhubungan seksual.
Secara keseluruhan, Dr. Boyke menekankan pentingnya menemukan frekuensi berhubungan seksual yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi setiap individu dan pasangan.
Ia menyarankan untuk berbicara dengan pasangan dan mencari solusi bersama jika ada masalah atau keluhan mengenai frekuensi berhubungan seksual.
Ini menunjukkan bahwa frekuensi berhubungan seksual bisa berbeda untuk setiap orang dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, kondisi kesehatan, dan preferensi pribadi.
Baca Juga: Nikita Mirzani Pamer Beli Mobil Baru, Netizen Ingatkan Rp100Juta Bunda Corla: Buat DP?
Penting untuk menemukan frekuensi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda dan pasangan, dan berbicara dengan mereka jika ada masalah atau keluhan.