cianjur

Mengenal Altschmerz, Perasaan Lelah yang Berdampak pada Kesehatan Mental

Suara Cianjur Suara.Com
Kamis, 16 Maret 2023 | 11:40 WIB
Mengenal Altschmerz, Perasaan Lelah yang Berdampak pada Kesehatan Mental
Ilustrasi wanita yang sedang lelah dan bosan, tapi ini gejala dari Altschmerz. (Tangkapan Layar Freepik)

SuaraCianjur.Id- Altschmerz adalah perasaan lelah atau bosan yang disebabkan oleh pengalaman yang sama berulang kali.

Ini adalah istilah baru yang mulai populer di kalangan psikolog dan terapis, terutama setelah ditulis dalam artikel Psychology Today pada tahun 2015.

Meskipun bukanlah gangguan kesehatan mental yang diakui secara resmi, namun altschmerz dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Hubungan Altschmerz dengan Kesehatan Mental

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Emotion pada tahun 2018, para peneliti menemukan bahwa altschmerz terkait dengan kejenuhan emosional dan depresi.

"Kami menemukan bahwa orang yang mengalami altschmerz lebih mungkin mengalami kejenuhan emosional, yang kemudian dapat memicu depresi," ungkap Dr. David G. Ludden, seorang psikolog yang menulis tentang penelitian tersebut di Psychology Today.

Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa mengalami altschmerz tidak selalu negatif.

Dalam sebuah buku yang berjudul "The Power of Meaning" karya Emily Esfahani Smith, dikatakan bahwa altschmerz dapat membantu seseorang memperkuat makna hidup mereka.

"Merasa lelah atau bosan dengan pengalaman yang sama berulang kali dapat menjadi pemicu untuk menemukan makna yang lebih dalam dalam hidup kita," tulisnya.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-22 Cari Lawan Uji Coba, Bidik Peserta Piala Dunia U-20 2023

Mengatasi Altschmerz

Mengatasi altschmerz dapat menjadi tantangan, terutama jika Anda merasa terjebak dalam pengalaman yang sama berulang kali.

Namun, para ahli menyarankan beberapa cara untuk mengatasi altschmerz, seperti mencari hal-hal baru, mengubah rutinitas, atau mencoba terapi.

"Jangan takut mencoba hal-hal baru dan mengeksplorasi minat baru. Melakukan sesuatu yang berbeda dapat membantu Anda melupakan pengalaman yang sama dan memperkuat makna hidup Anda," saran Esfahani Smith.

Para peneliti juga menemukan bahwa altschmerz dapat memicu kondisi mental lainnya, seperti kecemasan, depresi, dan kelelahan emosional. 

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science menunjukkan bahwa pengalaman yang terus-menerus dihidupkan kembali, seperti altschmerz, dapat menyebabkan gangguan stres pasca-trauma (post-traumatic stress disorder/PTSD) pada orang dewasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI