SuaraCianjur.id- Saat situasi dunia sepakbola Indonesia sedang bersedih karena FIFA memutuskan untuk membatalkan status tuan rumah Piala Dunia U20 2023, ada sedikit hiburan yang diberikan dari pemain Palestina.
Gelandang dari Timnas Palestina bernama Mohammed Rashid, mengatakan gelar piala yang diraih oelh mereka dalam Piala Palestina, dipersembahkan untuk Indonesia.
Rashid yang turut mengenakan kaos Timnas Indonesia bernomor 11 itu, mengangkat trofi Piala Palestina.
Mantan gelandang yang pernah merumput dengan Persib Bandung itu, turut mendoakan dunia sepakbola Indonesia bisa kembali membaik.
Seperti yang diketahui kalau klub Jabal Al Mukaber keluar sebagai juara dalam Final Piala Liga Palestina. Mereka mengalhkan Balata FC dalam pertandingan final.
Namun pertandingan final tersebut harus diwarnai dengan serangan dari tentara Israel, secara tiba-tiba masuk ke area lapangan dan menembakkan gas air mata kea rah lapangan dan tribun penonton.
Alhasil pertandingan harus tertunda selama satu jam. Banyak para penonton yang berjatuhan. Karena gas beracun yang dilepaskan oleh tentara Israel. Serangan mereka begitu keji, dan dianggap sebagai serangan terorisme.
Kendati demikian, Mohammed Rashid berhasil membawa piala kemenangan, dan mempersembahkan hal itu untuk Indonesia.
"Alhamdulillah satu gelar lagi di bulan yang sama. Saya senang bisa membantu tim memenangkan final Piala Palestina, dan liga di bulan yang sama. Gelar ini untuk orang Indonesia yang luar biasa. Semoga Allah memberkati kalian semua," kata Rashid seraya mendoakan Indonesia.
Dia yakin kalau speakbola Indonesia akan lebih maju dan menjadi yang terbaik dalam pentas internasional.
![Mantan pemain Persib Bandung, Mohammed Rashid mempersembahkan gelar timnya untuk Indonesia, saat dunia sepakbola tanah air sedang bersedih. [Foto: Instagram - moerashid95]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2023/04/02/1-timnas-indonesia-didoakan-lolos-mohammed-rashid-instagrammoerashid95.jpg)
"Insya Allah sepakbola Indonesia akan maju, menjadi yang terbaik. Karena kalian semua pantas mendapatkan yang terbaik. Terima kasih atas semua cintanya. Saya akan terus berdoa untuk kalian," kata dia.
Melansir dari Inside World Football, disebutkan kalau tentara Israel langsung masuk dan tiba-tiba langsung melepaskan gas air mata ke lapangan dan tribun stadion.
Dari serangan tersebut, sejumlah pemain dan suporter harus mendapatkan perawatan medis. Banya para penonton yang berdesakan karena ingin menghindari serangan gas air mata, hingga akhrnya harus mendapatka pertolongan medis.
Sejauh ini aksi yang dilakukan oleh tentara Israel dalam Final Piala Liga Palestina belum ada respon dari FIFA. Mereka masih bungkam dengan adanya insiden tersebut. (*)