SUARA CIANJUR – Kontrak pelatih timnas Indonesia, Shin Tae Yong sedang menjadi perbincangan hangat publik sepak bola Indonesia. Pasalnya, sampai saat ini nasib pelatih asal Korea Selatan tersebut masih belum jelas. Padahal kontraknya akan habis pada Juni 2024.
Menariknya, Indonesia berpotensi gigit jari karena Shin Tae Yong bisa saja meninggalkan timnas Indonesia lebih cepat. Hal ini merujuk kepada Bosman Rule yang mana menyatakan bahwa pemain atau pelatih bebas melakukan negosiasi dengan klub lain saat kontraknya menyisakan enam bulan lagi.
Aturan Bosman dibuat untuk memenuhi hak para pesepakbola dalam menentukan klub dan menghindari diskriminasi pengelola klub yang dapat merugikan pemain.
Dengan aturan ini, Shin Tae Yong sangat terbuka kemungkinan untuk bernegoisasi dan menentukan tim mana yang akan selanjutnya dilatih, jika tidak ada perpanjangan kontrak dari Indonesia.
Ini artinya, PSSI harus segera menentukan pilihan, apakah akan memperpanjang kontrak Shin Tae Yong, atau mencari pelatih baru.
Di sisi lain, Shin Tae Yong menegaskan bahwa jika dirinya tidak diperpanjang, maka setidaknya dirinya sudah membangun pondasi yang kuat untuk timnas Indonesia.
“Saya Hadir disini untuk membangun pondasi timnas yang kuat, Jika suatu saat saya diganti dan tidak menangani Timnas, Pondasi tidak akan mudah tergoyah, justru akan mempermudah Pelatih selanjutnya, sepak bola Indonesia akan berkembang kedepannyaa,” ucap Shin Tae Yong. (*)