Suara Denpasar- Komnas HAM menilai banyak barang bukti yang dilenyapkan dalam kasus pengungkapan kematian Brigadir J.
Ferdy Sambo yang memiliki posisi tinggi dalam jajaran kepolisian memiliki kekuatan menekan para anak buahnya untuk menghlangkan barang bukti.
Sebelumnya seperti yang diungkap oleh Polri, sejumlah barang bukti yang dilenyapkan dan dirusak adalah rekaman kamera CCTV, termasuk juga ponsel.
Karena itu pendekatan penyidikan dengan metode scientific investigation seperti dengan metode uji kejujuran dengan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector sangat penting.
Metode scientific investigation sangat penting dilakukan terlebih sebelumnya sudah banyak perwira yang ikut serta dalam kasus pengerusakan barang bukti.
Mereka yang terlibat ini dari berbagai jenjang, dari petugas berpangkat Kompol hingga Kombes.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan penggunaan alat lie detector dinilai penting lantaran banyak barang bukti yang dihilangkan.
Sejauh ini semua tersangka utama sudah dilakukan pemeriksaan dengan metode ini.
Para anak buah Ferdy Sambo seperti Bharada E, RR, serta Kuat Makruf sudah keluar hasil pemeriksaannya dengan metode ini.
"Pendekatan scientific investigation itu penting didukung ahli dan instrumen semisal lie detector, karena banyak barang bukti telah dihilangkan oleh pelaku dan kelompoknya melalui langkah sistematik obstruction of justice," jelas Taufan dalam keterangannya, Sabtu (10/9/2022) dari laman PMJnews.
Taufan meminta kepada penyidik untuk menindaklanjuti hasil temuan Komnas HAM dan memastikan dalam prosesnya berjalan tranparan. ***