Suara Denpasar - Hadirnya pelatih baru rupanya masih belum bisa mengobati penyakit lama Persik Kediri. Divaldo Alves ditunjuk sebagai pelatih baru Persik menggantikan Javier Roca.
Sejauh ini, Divaldo sudah menangani empat laga Macan Putih, julukan Persik Kedir. Akan tetapi dia belum bisa mengobati penyakit lama Persik.
Ya, penyakit tersebut yaitu sulit mencetak gol. Dalam empat laga, baru satu gol yang bisa disarangkan para pemain Persik.
Dalam empat laga memimpin di pinggir lapangan, hasil terbaik yang bisa diraih hanya dua kali imbang dan dua lainnya berakhir dengan kekalahan.
Divaldo mengakui para pemainnya tampak punya masalah dalam membobol gawang lawan.
"Dalam pandangan saya di tiga pertandingan terakhir, sebenarnya kami mampu mengontrol pertandingan. Kami berhasil menciptakan peluang, tetapi yang terus jadi masalah adalah finishing," ujarnya dikutip dari laman Liga Indonesia, Kamis 22 September 2022.
Dia mengatakan, masalah ini sejatinya telah tercium sejak turnamen pra musim. Saat itu, Persik cuma bisa menyarangkan satu gol dari tiga pertandingan, itu pun via penalti.
Penyakit itu berlanjut karena torehan gol Persik tetap seret saat kompetisi dimulai. Tercatat saat ini Persik baru bisa membobol gawang lawan empat kali.
"Jika ditanya kondisi, saya rasa semua pemain pasti sedih karena tim ini tentu sangat ingin meraih hasil positif. Tapi jika kami mampu mencetak gol, tentu semuanya akan lebih baik," harapnya.
Baca Juga: Mahfud MD Kembali Singgung Hedonisme Anggota Polri, Moralitas Perlu Diubah
Demi memperbaiki kekurangan tersebut, Persik kini tengah melangsungkan training center (TC). Pemusatan latihan ini diharapkan bisa mengatasi catatan-catatan negatif tersebut.
"TC ini saya harap bisa memperbaiki kekurangan tersebut. Saya juga berharap selain fokus di pembenahan taktik dan strategi, tapi saya juga memang menitikberatkan peningkatan pemain dari aspek fisik," tandasnya.