Suara Denpasar - Kang Dedi Mulyadi bandingkan nasib dirinya dengan Ryan Dono yang viral gagal menikah dengan Yessy karena permintaan mahar sertifikat rumah.
Dedi Mulyadi menyebut bahwa nasib Rian Dono yang gagal menikah lebih beruntung dari pada dirinya, menjalani pernikahan dengan Anne Ratna Mustika yang berakhir digugat cerai di Pengadilan Agama Purwakarta.
Sebelumnya, Dendi Mulyadi menyebut jika jodoh, mati serta musibah merupakan sebuah ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. Perceraiannya dengan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika atau Ambu Anneh, bukanlah keinginan mutlak dirinya.
"Dalam perspektif pikiran saya, kalo persoalan jodoh itu ada ketentuannya yang tidak bisa kita di hayang-hayang(inginkan)," kata Kang Dedi, dikutip dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi, Jumat (9/12/2022).
"Jodoh, pati, cilaka, itu tidak bisa dihayang-hayang semua sudah ada garis ketentuannya," sambungnya.
Berbeda dengan nasib Kang Dedi yang menjalani 19 tahun pernikahan digugat cerai Ambu Anne di Pengadilan Agama karena disebut tidak memenuhi nafkah batin.
Nasib gagal menikah Ryan Dono viral di media sosial karena alasan yang menurut publik sangat janggal, yakni permintaan mahar berupa sertifikat rumah yang memberatkan pihak mempelai laki-laki.
Lebih janggal lagi, permintaan mahar berupa sertifikat rumah tersebut dilontarkan 3 hari sebelum menjelang hari akad.
"Nih kayak ini (Ryan Dono) gak berjodoh, udah mau nikah undangan udah disebar tiga hari gak jadi, karena gak berjodoh," kata Kang Dedi.
Baca Juga: Panggung Wawan Febrianto Buktikan Mantan Menyesal, Jelang PSIS vs Borneo FC di Liga 1
Dedi Mulyadi memberikan semangat kepada Rian Dono. Pasalnya, pemuda berusia 23 tahun itu masih memiliki banyak kesempatan diusia mudanya.
Selain itu, gagal diawal menurut mantan Bupati Purwakarta itu lebih baik dari pada diakhir seperti dirinya.
Dimana diketahui publik bahwa Anne Ratna Mustika menggugat cerai dirinya sejak Oktober 2022 lalu di Pengadilan Agama Purwakarta.
Nasib yang ia alami menurutnya lebih menyakitkan dari pada nasib Ryan Dono yang gagal menikah.
"Tapi saya katakan, lebih baik batal nikah daripada nanti mengikuti pernikahan kemudian masuk ke ruang Pengadilan Agama itu jauh lebih menyakitkan," tuturnya.(*)