Suara Denpasar - Dedi Mulyadi atau yang dikenal akrab sebagai Kang Dedi Mulyadi ternyata bukan anak orang biasa. Pantas dalam beberapa pengakuan pria 51 tahun itu selalu mengaku didikan orang tuanya keras dan tegas.
Ternyata Kang Dedi Mulyadi adalah anak dari seorang pensiunan tentara, Sahlin Ahmad Suryana. Sedangkan ibunya, Karsiti, meskipun tidak pernah sekolah namun ibu dari Kang Dedi tersebut adalah aktivis Palang Merah Indonesia.
Dedi Mulyadi lahir pada tanggal 11 April 1971 di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Dia merupakan putra bungsu dari sembilan bersaudara.
Kang Dedi Mulyadi menempuh Sekolah Dasar di Subakti pada tahun 1984, SMP Kalijati tahun 1987 dan SMA Negeri 1 Purwadadi tahun 1990. Dari SD sampai SMA dia bersekolah di kota kelahirannya, Subang, Jawa Barat.
Selanjutnya pada tahun 1999, Kang Dedi menyelesaikan sekolah tingginya di Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman Purwakarta dengan meraih gelar Sarjana Hukum.Kang Dedi Mulyadi menikah dengan istri pertamanya almarhumah Sri Muliawati. Pernikahan itu dikaruniai seorang anak bernama Maulana Akbar Ahmad Habibi.
Setelah menduda beberapa saat, Kang Dedi Mulyadi menikah dengan Anne Ratna Mustika, istri keduanya. Dedi dan Anne dikaruniai 2 orang anak yaitu Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip, dan Hyang Sukma Ayu.
Karena didikan orang tuanya yang tegas, membuat Kang Dedi memiliki kepribadian yang kuat dan integritas tinggi. Hal itu tentu berimbas pada perjalanan karir politiknya yang mentereng.
Dilansir dari berbagai sumber, setelah tamat kuliah tahun 1999, Dedi Mulyadi langsung terjun ke dunia politik dan terpilih menjadi Anggota DPRD Purwakarta periode 1999-2004. Saat itu menjabat sebagai Ketua Komisi E.
Tahun 2003, ia terpilih sebagai Wakil Bupati Purwakarta Periode 2003-2008 berpasangan dengan Lily Hambali Hasan.
Baca Juga: Selain Achraf Hakimi, Ini Daftar Bintang Timnas Maroko di Klub Eropa
Pada tahun 2008, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Purwakarta Periode 2008-2013 berpasangan dengan Dudung B. Supardi, dan menjadi Bupati Purwakarta pertama yang dipilih langsung oleh rakyat.
Pada pemilihan berikutnya, ia terpilih kembali menjadi Bupati Purwakarta untuk yang kedua kalinya periode 2013-2018 berpasangan dengan Dadan Koswara.
Di 23 April 2016, Dedi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Periode 2016 - 2020 menggantikan Irianto MS Syafiuddin.
Selanjutnya di pemilihan legislatif (pileg) tahun 2019, ia terpilih kembali menjadi Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari partai Golkar. Saat ini menjadi wakil ketua komisi IV DPR RI. (Rizal/*)