Suara Denpasar - PSIS Semarang diterpa isu tak sedap hingga muncul istilah "Biksu" dan Bom waktu jika tak dilakukan pembersihan.
Munculnya istilah-istilah itu dari para pemain PSIS Semarang sendiri dan Fredyan Wahyu Ucil menjadi salah satu pemain yang keras bersuara.
Apakah isu di PSIS Semarang tersebut berkaitan dengan kondisi klub saat ini yang berujung dengan hengkangnya sejumlah pemain ke klub lain?
Bisa jadi PSIS Semarang sedang tak baik-baik saja saat ini. Sejumlah pemain saling lontar "kode" melalui media sosial.
Adalah unggahan Septian David Maulana, winger PSIS Semarang, jadi jadi tempat ngumpul para pemain-pemain inti klub.
Dalam unggahan yang menuliskan kalimat ambisius itu, sejumlah pemain laskar Mahesa Jenar pun nimbrung dan turut memberikan komentar-komentarnya.
"Ambisi itu perlu, tapi tidak perlu jadi ambisius." Tetap semangat & selalu waspada akhir akhir ini hujan badai selalu datang setiap hari," unggahan akun @septiandavidmaulana, Sabtu (31/12/2022).
Seakan saling mengikuti perkembangan sebuah isu maka gelandang PSIS Semarang Wawan Febrianto pun turut berkomentar.
"Paham aku captionmu @fredyanwahyusugiyantoro," komentar @w_febriyanto.
Baca Juga: Jawaban Untuk Persib? Winger PSIS Semarang Septian David Maulana : Tidak Perlu Jadi Ambisius
Fredyan Wahyu Sugiyantoro yang kena colek pun juga ikut nimbrung dengan kata-kata yang lebih sangar.
Bahkan Fredyan Wahyu Ucil menyampaikan bahwa harus dilakukan pembersihan. Jika tang ingin bom waktu iu meledak setiap saat.
"@w_febriyanto tinggal nunggu mbledose nek biksu biksu kui ra ndang di resiki," tulis akun @fredyanwahyusugiyantoro.
Apakah ini jadi bau tak sedap di tubuh PSIS Semarang? Fans klub tentu saja berharap segera ada perbaikan. Apalagi prestasi klub juga sedang menurun.
Kebetulan sekali pembahasan ini bersamaan dengan sejumlah pemain PSIS Semarang yang dikabarkan segera cabut pindah ke klub lain.
Yang terbaru adalah Frendi Saputra. Bek kawakan PSIS Semarang yang disebut segera merapat ke Dewa United.***