Suara Denpasar – Hasil dari 149 jemaah umroh asal Purwakarta, Jawa Barat yang mengadukan nasib perjalanan ibadah ke tanah suci Mekkah, karena tertipu travel bodong.
Akhirnya berhasil dibongkar anggota DPR RI Dedi Mulyadi seperti dilansir kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi dikutif Suara Denpasar, Jumat (27/1/2023.
“Gimana pak ini jemaah pertanggung jawabannya,” tanya pria yang akrab disapa Kang Dedi kepada pria bertubuh gempal pemilik travel perjalanan umroh yang ditemui di Yayasan Pondok Pesantren.
“Gagal berangkat pak,” jawabnya. Gagalnya jemaah berangkat umroh dari pengakuan pemilik travel bodong ini karena faktor membuat paket dana talangan, kemudian izin yang belum keluar.
“Rencana kan izin keluar bulan Desember atau rampung, ternyata sampai dengan Januari kemarin izin belum keluar,” alasannya pemilik travel bodong kepada Kang Dedi.
Kang Dedi tak tinggal diam terus mengulik keterangan pemilik travel bodong hingga biodata pribadi pemilik.
Bagaimana bapak sebagai penyelenggara umroh, izin tidak ada malah berani memberangkat umroh jemaah. Bahkan uang jemaah nilai mencapai miliaran yang sudah masuk.
Uang jemaah masuk pakai apa saja. Pakai biaya paspos, beli cover dan operasional. Kenyataan ternyata biaya paspor dikeluarkan oleh jemaah sendiri.
Setelah terus didesak dan diinterogasi Kang Dedi ternyata uang jemaah miliaran rupiah dipakai untuk memperkaya diri. “Membeli mobil mewah dan barang-barang lainnya,” akunya pemilik travel.
Baca Juga: RANS Nusantara FC Pinjam Muhammad Tahir dari Persipura
Bukan hanya itu saat ditanya soal identitas, barulah mengaku bahwa dirinya adalah seorang anggota polisi berpangkat Bripka yang bekerja di Kesatuan Intel di Polri.
“Sudah gini karena ini penipuan, jadi harus proses hukumnya ke polisi,” tegas Kang Dedi.
Sekedar diketahui secara keseluruhan jemaah umroh ada sebanyak 149 orang. Mereka tertipu tarvel bodong umroh. Padahal pembayaran keberangkatan umroh ada yang sudah lunas dan ada yang sedang mencicil.
"Saya ini lunas pak bayar Rp 28,2 juta, tetapi tidak berangkat, gak jadi karena kena tipu pak. Yang menipu pak Rustandi yang memiliki yayasan,” tutur Jemaah ke Kang Dedi.
Jika ditotal nilai uang secara keseluruhan dari 149 orang jemaah yakni mencapai Rp 2 miliar lebih.
“Saya ini juga pak Dedi bawa jemaah 61 orang,” aku emak-emak yang mengadu kepada Kang Dedi sambil menangis. ***