Suara Denpasar- Fans Persib Bandung Bobotoh banyak mendapatkan pujian kala skuatnya menghadapi rival terberat mereka Persija Jakarta.
Dalam laga besar ini sambutan Bobotoh sangat positif, tidak ada teror kekerasan yang terjadi baik itu sebelum laga maupun setelah laga kepada pemain Persija.
Pertandingan besar yang mempertemukan Persib Bandung dan Persija Jakarta dua pekan lalu ini pun berjalan lancar.
Berbagai pihak banyak yang mengapresiasi sikap Bobotoh dalam mendukung tim melawan klub yang selama ini dianggap rival.
Manajemen Persib Bandung sendiri juga melihat perubahan positif yang dilakukan Bobotoh.
Manajemen melihat ada perubahan sikap dan perilaku yang ditunjukkan Bobotoh pada saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 11 Januari 2023 lalu.
Karena itu, Manajemen Persib Bandung sangat bangga dan turut mengapresiasi perubahan perilaku Bobotoh ke arah positif tersebut.
"Bobotoh dinilai telah bersikap someah, dewasa dan bertanggung jawab," demikian unggahan resmi website Persib Bandung dikutip pada Senin (30/1).
Namun demikian Bos Persib Bandung yang juga Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono juga masih menyesalkan adanya oknum suporter yang masih kurang dewasa di media sosial.
Baca Juga: Aksi Kocak Maskot Mixue Adu Jotos dengan Maskot Panda, Warganet: Kasihan Gak Punya Abang
"Sangat disesali karena masih terlihat adanya oknum individu Bobotoh yang masih melakukan provokasi dan ajakan di media sosial untuk melakukan aksi yang melanggar hukum dan kode disiplin," tambah keterangan tersebut.
Persib akan terus menebarkan dan mengajak untuk merealisasikan spirit #SalingSupport kepada semua pihak, termasuk relasi antar Bobotoh dengan suporter klub lain.
"Spirit saling support harus terus dijaga agar terciptanya iklim pertandingan yang aman dan nyaman," tegasnya.
Pihaknya juga sangat menyesalkan adanya aksi penyerangan terhadap 2 bus pemain klub lain yang terjadi dalam sepekan terakhir ini.
Persib kata dia mendukung langkah yang dilakukan manajemen klub Liga 1 dalam mengedukasi dengan mengkampanyekan gerakan anti kekerasan atau #NoViolence pada suporter. ***