Suara Denpasar - Arema FC bubar kabar itu bukan merupakan isapan jempol belaka, karena Senin lalu (30/01/2023) perwakilan dari Arema FC yakni Tatang Dwi Arfianto mengatakan bakal membubarkan Tim apabila kondisi tidak kondusif.
Pasca tragedi Kanjuruhan September lalu, banyak aksi unjuk rasa yang terjadi salah satunya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok Arek Malang di depan Kantor Arema FC di Jalan Mayjen Panjaitan Nomor 42, Kecamatan Klojen, Kota Malang, mengalami kerusakan.
Dilansir dari Antara, Komisaris PT. Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT. AABBI) Tatang Dwi Arfianto di Kota Malang, Jawa Timur, Senin mengatakan keputusan membubarkan tim tersebut akan dilakukan jika situasi tidak kondusif.
"Manajemen Arema FC akan pertimbangkan menempuh keputusan bubar jika memang dianggap tidak kondusif," kata Tatang.
Tentunya hal tersebut bakal merugikan banyak pihak, pasalnya apabila Arema FC benar-benar bubar, maka akan banyak UMKM yang menjual Jersey atau pernak pernik tim bakal kehilangan penghasilan mereka.
Selain itu, keputusan membubarkan sebuah klub sepakbola bakal merugikan manajemen sendiri, pasalnya manajemen bakal menerima sanksi denda sebesar Rp5 Miliar Rupiah.
Selain itu juga bakal merugikan klub-klub lain yang ada di Liga 1 karena bakal harus kehilangan poin dan gol ketika mereka bertanding melawan Arema FC.
Menpora Zainuddin Amali, juga berharap bahwa seluruh tim yang ada di Liga 1 untuk tidak bubar dan meminta kepada pihak kepolisian untuk menegakkan aturan yang berlaku kepada setiap perusuh.
"Jangan bubar, semua klub yang ada yang eksis saat ini silahkan bermain," ujar Menpora di Gedung Kemenpora dikutip dari Antara, Senin (30/01/2023).
Baca Juga: Bank DKI Komitmen Lakukan Pengembangan, Inovasi dan Peningkatan Layanan Berbasis Digital
Menurut Zainuddin perilaku yang tidak bertanggung jawab dari beberapa pihak tidak boleh mengorbankan klub. Mereka yang bersalah yang harus diberikan hukuman.
Aremania yang berkumpul berharap bahwa Arema FC tetap eksis di kancah persepakbolaan Indonesia dan keluarga korban Kanjuruhan pun berharap jangan bubar. (Rizal/*)