Suara Denpasar- Pengusaha baja asal Jawa Tengah yang memiliki 30 persen saham PSIS Semarang Junianto bakal membangun stadion dengan kepasitas besar.
Jika rencana ini terealisasi, maka stadion yang digunakan homebase PSIS Semarang yakni Stadion Jatidiri bakal mendapatkan saingan.
Selama ini stadion Jatidiri yang digunakan sebagai kandang PSIS Semarang menjadi salahsatu stadion termegah di Indonesia dan masuk dalam 10 stadion terbesar.
Stadion Jatidiri memiliki daya tampung sebanyak 25 ribu orang dan dilengkapi dengan pencahayaan maksimal.
Kini Stadion Jatidiri kandang PSIS bakal mendapat saingan dengan adanya rencana pembangunan oleh bos Junianto.
Hal ini terungkap saat Junianto yang merupakan pengusaha baja dan sejumlah rumah sakit besar ini sedang mengunggah video soal perkembangan pembangunan TC baru di Salamsari wilayah sekitar Semarang.
"Sekarang lagi dimatangkan dulu tanahnya, ini ada lampu untuk malam, ada mes (pemain), sekarang kita bikin tribun dulu, kita bikin tribun kapasitas 1.000 (orang). TC ini akan terintergrasi," kata Junianto dari unggahan videonya di instagramnya dikutip pada Sabtu (11/2).
Dia lalu membocorkan rencana pembangunan stadion baru.
"Ini nanti nak stadion yang di Mangkang Kaliwungu lima hektare, empat kali ini (TC Slamsari), kita nunggu dulu, kita bikin infrastrutur dulu saja," ulasnya.
Baca Juga: Takut Ada Bom saat Sidang Vonis Sambo, Gegana dan Ratusan Personel Polisi Dikerahkan di PN Jaksel
Dia kembali membuka soal lokasi rencana pembangunan stadion seluas lima hektare tersebut.
"Nanti di Mangkang lima hektare sebelahnya tol kan," imbuh dia lagi.
Unggahan ini banyak mendapatkan respon dari para warganet khususnya pendukung PSIS Semarang dan warga Jawa Tengah.
"Mau bikin stadion di daerah Mangkang - Kaliwungu... 4 hektar... jossss pak... kalau bisa tanpa lintasan atletik kapasitas penonton 45rb pak bosss," kata rian_ajid
Juninanto sebelumnya juga menyebut jika banyak mendapatkan tawaran membeli klub Liga 1 yang harganya di bawah Rp100 miliar.
"Ya nanti yang penting infrastrukur dibenahi dulu," kata Juniantao.