Suara Denpasar - Kota Denpasar sebagai jantung atau ibu kota Provinsi Bali sedang berupaya agar menjadi kota yang memiliki desain berunsur serba Bali. Salah satunya adalah penulisan nama jalan dengan menggunakan aksara Bali.
Harapan itu disampaikan langsung oleh Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster saat melakukan kunjungan kerja di Pemkot Denpasar, Selasa (21/2/2023).
Dalam sambutannya Koster mengatakan bahwa Bali merupakan daerah dengan tingkat peradaban yang tinggi. Untuk itu dia meminta agar sastra, bahasa dan aksara Bali harus dijaga baik-baik sebagai bentuk pelestarian dan menjaga peradaban Bali.
Untuk itu, Koster meminta Kota Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali, agar nama-nama jalan ditulis dengan aksara Bali. Kendatipun di Kota Denpasar saat ini aksara Bali sudah diikutsertakan dalam penulisan nama jalan, namun menurut Koster tulisan aksara Bali itu terlalu kecil dan harus berada di atas.
"Karena itu tolong ini digunakan secara disiplin, Pak Wali (Jaya Negara) tolong jalannya masih banyak yang aksara Balinya di bawah. Jadi tolong untuk segera diganti aksara Balinya di atas dan harus lebih besar, kenapa begitu karena kita memuliakan warisan leluhur kita," pesan Koster kepada Wali Kota Denpasar.
Menanggapi himbauan Gubernur Bali tersebut, Jaya Negara mengatakan Pemkot Denpasar sudah merancang anggaran sebanyak 400 juta untuk penulisan aksara Bali di setiap nama jalan. Untuk eksekusinya Jaya Negara mengatakan masih menunggu mekanisme anggaran.
"Itu sudah kita anggarkan diperubahan, anggarannya sudah disiapkan sekitar 400 juta. Kami tidak bisa langsung mengganti karena masih menunggu mekanisme anggaran," jelas Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. (*/Dinda)