Suara Denpasar – Yuni Shara memang sudah lama berkecimpung di dunia tarik suara. Karir bernyanyi wanita yang sempat dekat dengan Raffi Ahmad ini sudah dimulai sejak tahun 1980-an lalu.
Sejak saat itu Yuni Shara menjadi seorang penyanyi yang namanya cukup digandrungi di tanah air.
Tak heran kakak dari Krisdayanti ini sering kali diundang ke Istana Negara untuk menghibur Presiden Republik Indonesia yang ke-2, Soeharto.
Wanita asal Malang itu mengungkapkan, menghibur orang nomor satu di Indonesia adalah pekerjaan yang sangat sulit baginya.
Hal tersebut masih sering dirasakannya meskipun sudah beberapa kali dipanggil ke Istana Negara untuk menyumbang satu hingga dua buah tembang.
Penyanyi spesialis tembang kenangan ini menambahkan, meskipun sudah memiliki nama besar, Yuni Shara tetap harus mentaati peraturan yang harus ditaati ketika menginjakkan kaki di Istana Negara.
“Sebenarnya nyanyi di istana itu lebih tegang, nggak boleh ini itu, nggak boleh ngomong,” ucap penyanyi berusia 50 tahun itu tayang di YouTube Tonight Show 3 Agustus 2022, dikutip pada Kamis (23/2/2023).
Yuni pun memberikan pengalaman uniknya tatkala diminta untuk tampil di Istana Negara di depan Presiden Soeharto untuk menyumbangkan suara merdunya.
Yuni Shara ketika itu memberanikan diri untuk mengenakan busana yang sedikit terbuka.
Baca Juga: Xavi: Atmosfer Old Trafford Spesial, Tapi Tidak Menakutkan
Namun ternyata Yuni harus tampil di Cendana yang menjadi kediaman Presiden Soeharto alih-alih di Istana Negara.
Mengingat tempat dan acaranya lebih personal, ibu dua orang anak ini langsung merasa canggung dan tak enak hati.
“Dulu kalau Ibu (Ibu Tien Soeharto) nyuruh itu kirain buat acara, taunya ke rumah Bapak,” ucap Yuni.
Namun secara tak terduga Presiden Soeharto justru melontarkan sebuah respon yang membuat Yuni terkejut.
Karena eks presiden yang menjabat selama 32 tahun itu tak terlalu mempermasalahkan busana yang Yuni kenakan ketika tampil di kediamannya.
“Pak Harto jawab ‘nggak apa Yun’. Kalau acara di rumah gitu, tapi kalau acara formal boro-boro, angkat kepala aja nggak boleh,” tutur wanita bernama lengkap Wahyu Setyaning Budi itu. (Rizal/*)