Suara Denpasar – Gen Halilintar kini terus menjadi sorotan publik gara-gara tidak hadir pada perayaan ulang tahun Ameena.
Bukan hanya sekali, keluarga Halilintar itu juga diketahui telah berulang kali absen di acara-acara penting sang putra sulung dan Aurel Hermansyah.
Kali ini beredar kembali kabar suami dari Aurel Hermansyah, Atta Halilintar itu murka hingga memutuskan keluar dari Gen Halilintar dan tak lagi menjadi bagian keluarganya.
Hal itu diungkap melalui sebuah video berdurasi 2 menit 46 detik, yang dibagikan kanal YouTube bernama INTENS INDONESIA pada Rabu, 8 Maret 2023.
“MURKA!!! ATTA HALILINTAR MEMUTUSKAN KELUAR DARI GEN HALILINTAR DAN INI ALASANNYA,” begitu narasi yang disajikan pada judul video.
Tayangan itu juga dilengkapi dengan thumbnail berisikan potret keluarga Halilintar yang disisipi dengan keterangan, “Murka!!! Atta Halilintar Memutuskan Keluar dari Keluarga Gen Halilintar, Ini Alasan Atta Sudah Tak Jadi Bagian Keluarganya itu,”
Hingga kini, video tersebut telah disaksikan oleh 1.377 penonton, serta mendapatkan beberapa komentar berupa dukungan untuk keputusan menantu Anang Hermansyah tersebut.
Lantas, benarkah jika Atta telah memutuskan keluar dari keluarga Gen Halilintar?
Penjelasan:
Baca Juga: Aksi NCT Dream saat Ketemu Pak Muh Bikin Trending: Salimnya Kayak Lagi Main ke Rumah Temen
Setelah dilakukan penelusuran dengan menonton isi videonya secara keseluruhan, ternyata judul dan narasi yang disuguhkan berbeda.
Alih-alih menjelaskan pengakuan Atta yang memutuskan tak lagi menjadi keluarga Gen Halilintar, video tersebut justru hanya menjelaskan alasan keluarga Geni Faruk itu tidak datang ke perayaan ulang tahun cucunya Ameena, hingga mengulas seputar Atta yang turut membeberkan alasan keluarganya tersebut.
Namun, sepanjang video berlangsung, nyatanya tidak ada bukti yang menunjukkan pengakuan Atta seperti yang diklaim dalam video.
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan klaim video yang menyebut Atta telah memutuskan keluar dari Gen Halilintar dan tak lagi menjadi bagian keluarganya, merupakan konten yang salah atau hoaks.
Sehingga, video tersebut juga dapat dikategorikan sebagai false connection, lantaran judul dan isi berita yang disajikan tidak sama. (Rizal/*)