Suara Denpasar – Memiliki finansial yang berlebih atau dengan istilah kerennya financial freedom (Kebebasan finansial) tentu saja menjadi dambaan hampir setiap orang. Dengan kebebasan finansial yang dimikili oleh seseorang akan banyak kemudahan yang bisa dilakukan dan juga di dalam pemenuhan kebutuhannya.
Ingin jalan-jalan, belanja, membeli rumah, mobil dan segala hal yang di mau, sekiranya bisa untuk selalu dipenuhi, termasuk giat berbagi kepada sesama orang yang membutuhkan.
Untuk mencapai hal tersebut yakni kebebasan finansial, bukan hal yang mudah pastinya. Ada proses-proses yang harus dilalui, bisa dengan bekerja seperti berdagang, buruh, menjadi tenaga kontrak di sebuah perusahaan, membuka layanan jasa dan sebagainya.
Semua ini merupakan Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk setidaknya menghasilkan pundi-pundi keuangan. Ada yang berhasil mencapai kebebasan finansialnya dan ada juga yang gagal. Lantas apa sih tips atau trik yang tepat untuk mencapai kebebasan finansial atau dengan kata lain menjadi orang kaya. Tentu saja ada rumusnya, berikut ini. Disimak penjelasannya ya!
Sherly Annavita membagikan sebuah referensi buku berjudul Rich Dad Poor Dad karya dari Robert T. Kiyosaki. Kak Sherly membagikannya lewat kanal YouTubenya Sherly Annavita Rahmi pada (02/02/2023).
Di dalam mereview buku tersebut, Sherly berbagi tips untuk menjadi orang kaya itu dimulai dari mindset atau cara kita berpikir. Di mana selama ini kita belajar caranya mencari uang sementara kita tidak pernah belajar caranya agar uang yang mencari kita. Buku Rich Dad Poor Dad tersebut, terungkap 3 ide besar yang bisa menjadi dasar kita memahami trik menjadi orang kaya.
1. Perbedaan aset dan liabilitas
Semua bentuk kekayaan yang dimiliki oleh seseorang, bernilai dan menghasilkan di masa kini dan yang akan datang. Sementara liabilitas adalah kebalikannya, seseorang harus mengeluarkan dana untuk kekayaan yang dimilikinya.
Seperti kepemilikan atas barang elektronik berupa laptop, awalnya bisa menjadi aset jika digunakan untuk produktivitas yang menghasilkan dengan menjadi konten kreator atau seorang penulis. Tetapi di sisi yang lain hanya akan menjadi liabilitas yang kegunaanya menjadi terbatas hanya untuk sekedar gaya-gayaan atau untuk mengerjakan tugas dan sebagainya.
Dengan memahami perbedaan di atas, ini akan membangun mindset kita di dalam mengambil peluang yang terbaik menuju cara menjadi orang kaya yang cerdas. Maka, dengan memperbesar aset sudah menjadi poin pertama yang bisa diterapkan.
2. Mengambil setiap peluang semaksimal mungkin
Sebuah kalimat bijak dari Robert T. Kiyosaki dalam bukunya, “Emas itu ada dimana-mana sebagian besar orang tidak terlatih untuk melihatnya”. Meski simple, ungkapan cukup bermakna bagi kita yang bisa memahaminya.
Kalimat Robert di atas menunjukkan bahwa peluang seseorang untuk memperoleh kekayaan itu terbuka lebar, ada dimana saja. Bahkan setiap kali ada masalah, sebenarnya ada peluang yang belum terlihat bagi kita yang belum menyadarinya.
3. Cashflow Quadrant
Dan inilah inti dari pembahasan buku Robert T. Kiyosaki (Rich Dad Poor Dad), menurut Sherly di part ini kita diajak untuk mengubah cara kita berpikir dan mengupayakan untuk berpindah dari kuadran satu ke kuadran lainnya.
Empat Quadran oleh Robert T. Kiyosaki:
E : Employee – You have a job. Pada level ini kita memiliki sebuah pekerjaan dan konsekuensinya adalah kita mendapatkan gaji dari hasil pekerjaan yang kita lakukan.
S : Self Employed – You own a job. Di sini kita bekerja untuk diri sendiri untuk bisa menghasilkan uang. Sehingga harus meluangkan waktu semaksimal mungkin.
B : Business Owner – You own a system that works for you. Membangus sebuah bisnis dengan harapan, pekerjaan yang kita lakukan tidak sepenuhnya secara pribadi karena kita sudah menggunakan sebuah sistem sehingga ada orang lain yang membantu kita menghasilkan uang.
I : Investor – Money works for you. Artinya memberikan sebagian modal atau uang kita untuk kemudian diinvestasikan di perusahaan. Dari situ kita bisa mendapatkan sebagian hasil dari kerja sama investasi tersebut. Dan pada poin inilah dimana uang telah bekerja untuk kita dan tidak perlu menghabiskan waktu kita hanya untuk sekedar bekerja.
Maka untuk bisa menuju kebebasan finansial kita memilih dua kuadran terakhir yaitu pada bisnis dan investasi. Namun, selalu ada proses yang dilalui. Jika Bersiap, semuanya pasti bisa diraih, termasuk menjadi bebas secara finansial dengan uang bekerja untuk kita. Dikutip Suara Denpasar, Senin (20/03/2023). (Rizal/*)