Suara Denpasar – Menjadi anak dari seorang publik figur tak selamanya menyenangkan. Demikian pula yang dirasakan Devano Danendra, putra kedua Iis Dahlia dan Satrio Dewandono.
Devano Danendra secara blak-blakan mengungkapkan sempat tertekan menjadi anak dari pedangdut Iis Dahlia. Dari semua keluarganya, ia mengaku bahwa dialah yang paling jauh dari sanak famili lainnya.
“Tekanan sih. Tapi memang dulu ada fasenya kayak ‘weh ibu gue Iis Dahlia’. Tapi kalau sekarang-sekarang gue lebih kayak apa ya, mungkin di antara semua keluarga gua, gua paling menjauh dari keluarga gua sendiri,” kata Devano saat barbincang santai bersama Onadio Leonardo alias Onad di podcast Langit Entertainment, dikutip Rabu (5/4/2023).
Mantan Naura Ayu itu juga mengatakan jika dirinya tidak menyukai bidang yang digeluti sang ibu. Sehingga, ia mengambil langkah sendiri dalam menentukan arah tujuan hidupnya.
“Nyokap kan lebih ke televisi. Iis di televisi tuh kan sekarang yang gimmick-gimmick dan gimana-gimana. Makanya gue pengen ‘yaudah menghindar deh’. Gue pengen nyanyi dan main film. Gue berkarya aja,” ujarnya.
Sedari kecil, Devano mengaku betapa jauh hubungan dirinya dengan kedua orangtuanya. Ia banyak kehilangan waktu bersama dua sosok yang paling berharga di hidupnya itu.
“Dari kecil gue ngerasa jauh dari orangtua. Bokap gue pilot, nyokap gue penyanyi yang sangat sibuk. Jadi gue ngerasa kayak gak punya siapa-siapa, selain pembantu gua," kata dia.
Bahkan pernah ada satu waktu, pemeran Dylan di film MeloDylan itu mengaku sempat merasa malu mempunyai ibu seperti Iis Dahlia yang membuat dia kena ejekan teman-temannya.
“Gue malu. Gue waktu itu masih sekolah masih SMA, mereka gimmick-gimmick lagi. Gue punya temen dong, punya tongkrongan juga, gue gak suka dibecandain yang kayak ‘ih nyokap lo kok gitu sih. Gue jadi capek sendiri,” tukasnya.
Saking tidak tahannya dengan itu semua, Devano mengaku sempat mengalami depresi sampai kepikiran untuk bunuh diri.
“2020 itu puncaknya, gue nyemprot baygon ke mata biar gue gak bisa ngelihat apapun. Gue kesel banget saat itu,” terangnya.
Hingga tiba waktunya, ia meluapkan segala kekesalannya pada sang ibu. Namun, sejak itu pula ia akhirnya sadar bahwa semua yang dia lakukan kekanakan, lantaran tidak memikirkan alasan dibalik usaha ibunya, yang tak lain untuk kehidupan anak-anaknya juga.
“Gue bilang sama nyokap gue, ‘kalau ibu sayang sama aku dan pengen liat sukses, stop do the thing gimmick-gimmick’. Sekarang gue mikirnya, gue childish. Gue gak mikirin cicilan kayak gitu. Makin ke sini, akhirnya gue sadar yaudah kita masing-masing beda aja,” tuturnya.(*/Ana AP)