Suara Denpasar - Kemarahan masyarakat Bali terhadap Wayan Koster belum redah.
Kemarahan masyarakat itu menukik pada sikap Gubernur Bali, Wayan Koster yang dinilai terlalu patuh pada perintah partai bukan pada kepentingan rakyat Bali.
Sebagaimana Bali adalah pulau pariwisata, tentu penyelenggaraan event-event internasional sangat membantu penghasilan masyarakat Bali yang banyak bergerak di sektor pariwisata.
Namun harapan dan antusiasme masyarakat Bali menyambut dua event besar yakni Piala Dunia U-20 dan World Beach Games di Bali pada 5-12 Agustus harus pupus.
Pasalnya Koster menolak karena ada keterlibatan Israel pada event tersebut. Alasannya karena kemanusiaan. Israel dijegal Koster masuk ke Bali karena tidak sesuai dengan amanat UUD 1945, dan Permenlu Nomor 3 tahun 2019.
Salah satu pentolan aktivis asal Bali, I Wayan Gendo Suardana alias Gendo melalui akun Instagramnya mempertanyakan sikap Gubernur Bali itu.
Gendo mengatakan sikap Wayan Koster menolak Timnas Israel U-20 bermain di Bali dan atlet Israel di World Beach Games dengan Permenlu Nomor 3 tahun 2019 tidak bisa diterima dengan akal.
Sebab, jika berpatokan pada Permenlu Nomor 3 tahun 2019 tersebut, mestinya Koster menolak Internasional Parlementary Union Conference yang digelar di Bali pada 2022 lalu.
"Lalu, Internasional Parlementary Union Conference di gelar di Bali tahun 2022 (setelah Permenlu Nomor 3 tahun 2019 terbit). Delegasi politik Israel ada lengkap dengan benderanya.
Baca Juga: Alfeandra Dewangga Dapat Instruksi Khusus dari Pelatih PSIS, Jadi Kunci Dipanggil Timnas?
Nah pertanyaannya dimanakah suara heroik Koster selaku Gubernur Bali saat itu? Dimana suara taat konstitusinya, dimana suara taat Permenlu Nomor 3 tahun 2019 dan suara tentang kemanusiaannya? Kenapa tidak ada?" tanya Gendo.
Postingan Gendo di Instagramnya itu pun mendadak menjadi ruang pelampiasan kekesalan masyarakat Bali. Bahkan ada yang mengatakan Wayan Koster lebih cocok jadi pelawak dari pada Gubernur Bali.
"Pak Yan, anda lebih cocok jadi pelawak saja pak, jangan jadi gubernur," komentar @oka_wijaya.
Yang lainnya mengatakan "Heran, padahal Bali terkenal dengan toleransinya. Malah sekarang seperti ini," sambung @dwie.kurnia1.
"Gubernur lawak, tulis @rakawedatama. (Rizal/*)