Suara Denpasar – BRI Liga 1 2022/2023 adalah musim pertama bagai RANS Nusantara FC, Persis Solo dan Dewa United i liga kasta teratas.
Namun dua diantaranya berada di posisi bawah. Klub milik Raffi Ahmad – RANS Nusantara FC bahkan menjadi tim juru kunci di dasar klasemen.
Beruntung, BRI Liga 1 2022/2023 tidak menerapkan degradasi hingga klub 3 terbawah termasuk RANS dan Dewa United masih bisa melanjutkan kompetisi di Liga 1.
Dari tiga klub promosi, hanya Persis Solo yang tampil baik dan berhasil finis di posisi 10 dengan catatan 44 poin dari 11 kali menang, 11 kali imbang dan 12 kali kalah.
Presiden RANS FC, Roofi Ardian hasil yang diraihnya tidak bisa dibanggakan. Pasalnya dalam musim ini klub raffi Ahmad itu hanya 3 kali menang, 10 kali imbang dan 21 kali kalah.
Tim racikan pelatih Rodrigo Santana itu hanya mampu mendapat 19 poin dari 34 laga yang dimainkan. RANS Nusantara terpaut 14 poin dari Dewa United yang ada di atasnya.
"Posisi kami tentunya posisi yang sangat buruk,” kata Roofi Ardian dilansir dari laman Liga Indonesia Baru yang rilis belum lama ini.
Dia mengibaratkan musim ini, RANS FC masih bayi hingga butuh proses untuk berdiri maupun berbicara dan lainnya,
“Pembelajaran musim ini adalah pembelajaran yang sangat baik. Banyak hal yang harus diperbaiki dan ditambah. Kegagalan kita musim ini kita jadikan sebagai sebuah proses untuk sukses," ujarnya.
Baca Juga: Meski Dipantau Tim Bola Italia dan Jerman, Sepertinya Aubameyang Bakal Merapat ke Barcelona
Salah satu evaluasinya yakni pemilihan komposisi pemain. Pada musim berikutnya, Roofi berjanji akan berusaha bergerak cepat memperbaiki komposisi tim agar tampil lebih baik sehingga bisa memperbaiki performa timnya agar lebih baik kedepannya.
“Mungkin musim depan kita akan rekrut pemain yang mau bermain dengan hati, mau berdarah-darah untuk tim ini, yang mau berjuang sampai mendapatkan maksimal. Serta yang mau bekerja sama sebagai tim bukan individual," tambahnya.
Soal target musim depan, ia pun tidak memasang target tinggi. Setidaknya timnya bisa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Target musim depan lebih baik musim ini. Sejauh-jauhnya kita harus berada dari posisi zona merah," tutupnya. *