Suara Denpasar – Pratama Arhan membela klub Liga 2 Jepang, Tokyo Verdy setelah berpisah dengan PSIS Semarang.
Namun peran Pratama Arhan bersa Tokyo verdy tak semanis kala membela PSIS Semarang. Pemain yang akrab disapa Arho itu minim menit bermain.
Bagaimana tidak , pasca meninggalkan PSIS Semarang pada Maret 2021 dan hanya bermain 45 menit di musim tersebut.
Di musim kedua bersama Tokyo Verdy, Pratama Arhan tak kunjung diturunkan bahkan namanya selalu absen dari squad list.
Karena minimnya menit bermain, nilai pasaran Pratama Arhan yang kini membela Timnas Indonesia U22 di SEA Games 2023 juga turun.
Dilansir dari instagram @fooballstatistik, Nilai pasaran Pratama Arhan sempat menyentuh diangka Rp5,65 miliar di tahun 2021 dan 2022.
Setahun bersama Tokyo Verdy, turun menjadi Rp4,35 Miliar di tahun 2023.
Nilai pasaran itu memang masih tergolong tinggi jika dibandingkan pemain timnas Lainnya.
Pratama Arhan menduduki peringkat ketiga dengan nilai pasaran tertinggi di skuad Timnas Indonesia SEA Games 2023.
Baca Juga: PSIS Semarang Segara Resmikan Ricky Fajrin? Yoyok Sukawi: Gantikan Taufik Hidayat
Arho pun dirumorkan akan angkat kaki dari Tokyo Verdy menuju Jepang ke Muangthong United, Thailand.
Meski begitu, di sela-sela latihan bersama, Eks PSIS Semarang itu bersedia buka suara soal romonya ke Muangthong United.
"Kurang tahu juga sih, saya kan ada agensi, saya harus diskusi juga," kata Pratama Arhan di Lapangan ABC Senayan Jakarta, dilasnir dari Suara.com Senin (24/42023).
"Ya lihat ke depan perkembangannya gimana. Saya masih fokus ke SEA Games," tegasnya. (*)