Suara Denpasar - Situasi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Denpasar kembali kembali tidak kondusif. Aksi serupa pun pernah terjadi pada tahun 2022, yang menggelar aksi demonstrasi menuntut kepala sekolah Dr. Putu Eka Juliana Jaya, SE.,M.Si., untuk mundur.
Sebelumnya beredar sebuah pesan siaran imbauan melalui media WhatsApp yang menyebutkan bahwa proses pembelajaran akan dilakukan melalui daring karena kondisi sekolah yang tidak kondusif.
Dalam pesan siaran itu terdapat 6 poin yang mengatasnamakan guru dan pegawai SMPN 5 Denpasar. Poin-poin itu pada intinya menyebutkan bahwa pembelajaran akan dilakukan secara daring dan akan berakhir pada waktu yang belum ditentukan.
Saat ini, gejolak di SMPN 5 itu sudah ditindaklanjuti oleh tim khusus yang dibentuk oleh Wali Kota Denpasar, Jaya Negara untuk menyelidiki pokok persoalan.
Tim itu terdiri dari Inspektorat, Dinas Pendidikan, BKPSDM, serta Bagian Hukum, guna lakukan penyelidikan. Hal tersebut diinfornasikan oleh Humas Pemkot Denpasar, Dewa Rai.
"Saat ini sedang diselidiki oleh tim yang dibentuk Pak Wali. Kita tunggu laporan dari tim, bagaimana hasilnya nanti karena sedang diselidiki," katanya Dewa Rai kepada Suara Denpasar, Selasa (9/5/2023).
"Kan 2 hari ini ada laporan terkait situasi di SMPN 5 itu, Pak Wali sudah tugaskan tim. Nanti apa yang akan diambil sikap oleh Pak Wali Kota setelah mendapat laporan dari tim," tandasnya. (*/Dinda)