Suara Denpasar - Hubungan Palestina dan Israel kembali memanas. Kali ini, militan Palestina yang bermarkas di Gaza membalas serangan Israel dengan rentetan roket pada Rabu, (10/5/2033).
Dilansir dari Xinhua, Kamis (11/5/2023), serangan Militan Palestina tersebut turut dipertegas saksi mata yang mengatakan kepada awak media. Menurutnya, lebih dari 20 roket telah ditembakkan Militan Palestina ke Israel.
Sementara itu, ledakan yang dipicu pertempuran Militan Palestina dan Israel juga terdengar. Terutama di dekat tembok perbatasan yang memisahkan Israel dan Gaza.
Untuk diketahui bahwa Militan Palestina yang berbasis di Gaza, terdiri dari beberapa faksi bersenjata termasuk pasukan Hamas dan Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ).
Keduanya juga mengaku bertanggung jawab atas penembakan roket ke Israel tersebut. Di sisi lain, sejumlah media Israel menunjukkan cuplikan roket yang dihalau oleh sistem pertahanan udara mereka.
Sementara layanan darurat mengatakan sejauh ini tidak ada korban jatuh selama serangan Militan Palestina.
Lebih lanjut, Militer Israel turut mengkonfirmasi bahwa puluhan roket ditembakkan militan Palestina ke Israel selatan dan tengah. Hal tersebut termasuk serangan ke ibu kota Tel Aviv dan pinggirannya.
Serangan roket Militan Palestina merupakan aksi balasan. Pada hari sebelumnya, serangan udara Israel telah menewaskan seorang warga Palestina.
Serangan Israel juga membuat seorang lainnya luka parah. "Serangan Israel terjadi di kota Khan Younis. Suatu wilayah di Gaza selatan," kata petugas medis Palestina.
Baca Juga: Breaking News, Pejuang Palestina Balas Serangan Israel di Tel Aviv
Sebagai tambahan informasi, selama beberapa hari terakhir ini, serangan udara Israel telah merenggut nyawa 17 warga Palestina.
"Korban yang jatuh termasuk warga sipil," kata Kementerian Kesehatan yang berbasis di Gaza. Inilah yang membuat sejumlah Militan Palestina melakukan tindakan balasan. (*/Dinda)