Suara Denpasar - Beredar kabar Mahfud MD pasang badan sampai ultimatum Fadil gara-gara penembakan Habib Bahar Bin Smith.
Kabar tersebut tersebar dalam bentuk video, pada thumbnail video terlihat foto Mahfud MD mengenakan pin merah putih, di sampingnya kemudian duduk seorang pria berkacamata dan mengenakan batik.
Kemudian foto itu diedit seolah keduanya sedang berada dalam satu ruangan, lantaran disandingkan pula foto Muhammad Fadil Imran, Kapolda Metro Jaya.
Video itu diunggah dan disebarkan oleh kanal YouTube LIDAH RAKYAT, sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Senin, (22/5/2023).
Kabar tersebut diunggah dengan video berdurasi 8 menit 9 detik, diunggah pada Minggu, 22 Mei 2023, kemudian viral sampai ditonton 13 ribu kali.
Pada judul video dituliskan 'Pasang Badan! Mahfud MD Ultimatum Fadil Saat Rapat DPR RI Gara-Gara Penembakan Habib Bahar!'.
Lantas benarkah kabar tersebut? Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran mendalam terkait kebenaran berita tersebut.
CEK FAKTA
Setelah ditelusuri, video berdurasi 8 menit 9 detik itu menayangkan cuplikan pernyataan Mahfud MD yang menyebut Kapolri sedang membentuk tim.
Baca Juga: Cek Fakta: Persib Bandung Resmikan Lucas Rocha Hari Ini?
"Kapolri membentuk tim yang terdiri dari orang-orang kredibel, yang saya kenal semuanya ada Gatot Edi, ada pak Dzofiri, kemudian ada pak wisnu, lalu ini nanti akan bergandeng tangan dengan Kompolnas yang saya pimpin dan Komnas HAM," ujarnya dalam cuplikan video itu.
Setelah ditelusuri, pernyataan itu memang benar pernah diucapkan oleh Mahfud MD, namun ternyata video itu merupakan video lawas.
Faktanya, Konteks dari video pernyataan Mahfud MD itu diketahui ialah tentang kasus Ferdy Sambo, bukan tentang kasus penembakan Habib Bahar bin Smith. Hanya saja pemilik kanal YouTube tersebut memelintirkan atau membuat berita manipulatif.
Pernyataan lawas Mahfud MD itu diketahui pernah ditayangkan di stasiun televisi nasional pada saat itu, kemudian videonya diunggah oleh kanal YouTube KOMPASTV pada 13 Juli 2022. berikut link videonya: https://youtu.be/_nHJIKlDO60
KESIMPULAN
hasil penelusuran menunjukan bahwa berita tersebut bersifat manipulatif, tidak benar dan dapat dikategorikan sebagai berita hoax.(Rizal/*)