Suara Denpasar- Nama eks Persib Bandung Erwin Ramdani yang saat ini memperkuat RANS Nusantara dipastikan dicoret dari daftar pemain dalam menghadapi Persita Tangerang, Sabtu (15/7/2023) besok.
Dicoretnya nama Erwin Ramdani tentu buka sepenuhnya kehendak pelatih RANS Nusantara, Eduardo Almeida.
Nama mantan punggawa Persib Bandung itu terpaksa dicoret lantaran mendapat hukuman larangan bermain dalam dua kali pertandingan dan mendapat kartu merah langsung ketika RANS Nusantara menghadapi Persikabo 1973, Senin (3/7/2023) lalu.
Berdasarkan hasil putusan sidang Komdis PSSI tertanggal 11 Juli 2023 lalu, Erwin Ramdani dihukum tak bisa bermain dalam dua laga dengan denda Rp10 juta. Adapun jenis pelanggaran yang masuk dalam sidang Komdis PSSI itu adalah yakni melakukan pemukulan kepada pemain Persikabo dan menerima kartu merah.
Dimana, larangan bermain untuk Erwin Ramdani itu berlaku sejak keputusan itu diterbitkan dan pada pertandingan terdekat.
Terkait hal itu, Erwin Ramdani pun memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dijelaskan bahwa dalam pertandingan menghadapi Persikabo 1973 saat itu, dirinya tidak melakukan pemukulan terhadap pemain lawan, melainkan mendorong. Hal itu dilakukan lantaran tangan Erwin Ramdani ditarik paksa ketika kakinya kram.
“Singkat cerita terjadi duel di menit ke-90+ kedua kaki saya mengalami kram dan sedang merasakan sakit , tiba-tiba langsung dipaksa berdiri oleh salah satu pemain Persikabo dengan menarik tangan saya dan saya refleks MENDORONG bukan MEMUKUL karena saya berusaha melepaskan tangan saya dan tidak ada gerakan tambahan apapun yang saya lakukan karena saya langsung terjatuh lagi untuk merasakan sakit di kaki,” demikian penjelasan ditulis Erwin Ramdani.
Erwin pun mengaku bahwa dirinya tidak terima mendapatkan kartu merh langsung ditambah dngan dua kali larangan bermain.
Menurutnya hukuman tersebut merupakan pukulan berat baginya, lantaran kartu merah didapat untuk pertama kalinya selama karirnya.
“Begitu pentingnya menit bermain bagi saya karena tidak mudah, banyak pengorbanan untuk mendapatkannya setelah saya merasakan betapa sulitnya mendapatkan menit bermain itu,” lanjutnya. (*/Dinda)