Suara Denpasar - Kinerja wasit dalam pertandingan sepak bola selalu menjadi sorotan tajam, terutama saat kesalahan fatal terjadi di lapangan hijau.
Hal ini kembali terjadi dalam pekan keempat kompetisi BRI Liga 1 2023/2024, saat laga sengit antara PSS Sleman dan PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo pada Jumat (21/7/2023).
Wasit dan asisten wasit menjadi pusat perhatian karena dianggap melakukan dua kesalahan yang krusial.
Dilansir dari Suara Joglo, kesalahan pertama terjadi ketika gelandang PSS Sleman, Kei Sano, mengalami tendangan di kepala dari pemain PSIS, Boubakary Diarra, di kotak penalti saat pertandingan baru berjalan enam menit.
Meskipun kejadian tersebut berlangsung tepat di depannya, wasit M Erfan Efendi tidak memberikan keputusan pelanggaran, yang tentu saja menimbulkan kontroversi di antara para penonton dan penggemar sepak bola.
Kesalahan kedua terjadi pada menit ke-41, saat asisten wasit 1, I Gede Slamet Raharja, memutuskan untuk menganulir gol Ricky Cawor karena dianggap offside. Namun, ketika melihat tayangan ulang, jelas terlihat bahwa Ricky Cawor berada dalam posisi onside, sehingga gol tersebut seharusnya sah.
Keputusan yang kurang tepat ini tentu saja menimbulkan kekecewaan bagi tim PSS Sleman dan para pendukungnya.
Reaksi dari warganet pun tak bisa diabaikan, dengan berbagai komentar dan keluhan tentang kinerja wasit yang dianggap buruk dalam pertandingan tersebut.
Beberapa di antaranya bahkan melaporkan kasus ini kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebagai bentuk protes atas kesalahan yang terjadi di lapangan.
Baca Juga: Skandal Suporter Rusuh di Liga 1: 4 Klub Kena Denda Rp25 Juta oleh Komdis PSSI
Kritik terhadap kinerja wasit bukanlah hal baru dalam dunia sepak bola. Namun, peran wasit yang konsisten dan tegas sangat penting untuk memastikan adilnya jalannya pertandingan. (*/Dinda)