Suara Denpasar - Setelah gagal melewati proses naturalisasi, bek muda berbakat, Justin Hubner, akhirnya memilih untuk fokus pada karir sepak bola internasional bersama klub Wolverhampton Wanderers. Kini, Hubner telah berhasil promosi ke skuad utama Wolves dan tengah menjalani pramusim di Portugal.
Justin Hubner membagikan kabar bahagia ini melalui akun Instagram pribadinya, @justinhubner5. Dalam unggahannya, dia mengatakan bahwa dia berada di skuad utama di Portugal, yang menandakan bahwa dia akan memiliki kesempatan untuk bermain dalam laga uji coba melawan FC Porto pada tanggal 25 Juli 2023 mendatang.

Dilansir dari suara.com sebelumnya, Hubner bermain untuk Wolves U-21 dan telah mencatatkan 18 pertandingan dengan dua assist sepanjang musim lalu.
Kini, dengan promosi ke skuad utama, dia memiliki peluang baru untuk menampilkan performa impresif dan berusaha masuk ke dalam skuad inti Wolverhampton Wanderers.
Meskipun gagal dalam proses naturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), Hubner tampaknya tidak patah semangat.
Dia akan menggunakan kesempatan ini untuk berkembang lebih baik dan meningkatkan kualitasnya sebagai pemain sepak bola profesional di bawah bimbingan pelatih Julen Lopetegui, yang memiliki rekam jejak yang mengesankan dengan membawa Real Madrid juara Piala Super Eropa 2018 dan Sevilla juara Liga Europa 2019-2020.
Gagalnya proses naturalisasi tidak menyurutkan semangat dan tekad Hubner untuk meniti karier sepak bola di level tertinggi.
Bersama Wolverhampton Wanderers, dia memiliki peluang besar untuk tampil di Premier League, kasta tertinggi Liga Inggris, jika mampu membuktikan kemampuannya dan mendapatkan kepercayaan dari pelatihnya.
Meskipun gagal dinaturalisasi untuk menjadi bagian dari Timnas Indonesia, pilihan Hubner untuk tetap fokus pada karir klubnya menunjukkan tekadnya untuk mencapai kesuksesan di level klub dan membuktikan potensinya sebagai pemain sepak bola berbakat di kancah internasional.(*/Ana AP)
Baca Juga: CEK FAKTA: PSSI Naturalisasi Pemain Grade A Termahal, Erick Thohir Jemput Tijjani Reijnders?