Suara Denpasar- Salah satu destinasi yang tak boleh dilewatkan adalah Desa Adat Ungasan, yang dapat dijangkau hanya dengan 30 menit berkendara dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai adalah Pantai Melasti.
Pantai Melasti adalah sebuah surga pantai yang menawarkan pasir lembut dan ombak yang menenangkan.
Daya tarik utamanya adalah Tebing Kembar. Dua tebing tinggi yang berdiri kokoh dan terbelah menjadi dua oleh jalan akses di tengahnya, menciptakan pemandangan yang memukau mata.
Tebing ini menjadi ikon Pantai Melasti dan menjadi spot foto favorit para pengunjung. Kembarannya yang identik memberikan pesan harmonisasi dalam perbedaan, seiring dengan konsep Tri Hita Karana yang dijunjung tinggi.
Desa Adat Ungasan memiliki prinsip hidup yang kuat berdasarkan konsep Tri Hita Karana, yaitu harmonisasi antara hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.
Konsep ini tercermin dalam berbagai aspek destinasi wisata ini, mulai dari penghormatan terhadap lingkungan alam hingga penghayatan budaya dan spiritualitas.
Spot cantik lain di pantai ini adalah Taman Angsoka, tempat yang penuh inspirasi dari kisah epik Ramayana dalam bentuk tata letak dan arsitektur.
Dengan mengikuti konsep Pertamanan Bali, taman ini tak hanya memanjakan mata, tetapi juga memberikan kedamaian dan keasrian bagi para pengunjung. Taman ini menjadi pelengkap harmonis bagi Pantai Melasti, mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keselarasan dengan alam.
Bagian tak terpisahkan dari pengalaman wisata adalah kuliner. Di area warung rakyat, Anda dapat menemukan berbagai jenis makanan dan minuman, termasuk hidangan khas daerah Ungasan dan Bali secara keseluruhan.
Baca Juga: Viral di Medsos, Gapura Pantai Legian Tinggi Sebelah
Di sinilah Anda bisa menikmati kelezatan rasa lokal, serta menyatukan cita rasa tradisional dengan sentuhan modern.
Di depan Pantai Melasti akan dijumpai Kori Agung, dengan patung Bhoma di dalamnya. Memiliki makna mendalam sebagai simbol pembersihan diri. Siapa pun yang melintasi gerbang ini diyakini akan mengalami pembersihan pikiran, perkataan, dan perbuatan, menjadikannya pengalaman spiritual yang berharga.
Di beberapa titik di pantai akan ditemui Anjungan Watugangga. Lokasi tersebut menjadi tempat sakral yang digunakan untuk upacara agama oleh masyarakat setempat.
Di samping itu, perancangan anjungan ini mempertimbangkan fungsi sebagai pemecah ombak alami, menciptakan suasana yang tenang dan aman di pantai.
Bagi pasangan yang bermimpi tentang pernikahan yang indah di pantai, destinasi ini menyediakan berbagai spot menawan untuk sesi foto pra-pernikahan.
Dengan adanya Wedding Dressing Room yang dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman, para pengantin dapat dengan bebas menggambarkan beragam konsep pernikahan mereka.