Suara Denpasar - Beberapa waktu yang lalu, Bima Sakti membeberkan fakta yang mengejutkan jika ia kapok memanggil para pemain keturunan untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-17.
Ternyata metode pengajaran yang dilakukan pelatih tersebut salah, Bima Sakti hanya memantau pemain keturunan hanya melalui cuplikan video saja, sehingga ia merasakan kekecewaan setelah melihat hasilnya secara langsung.
Sehingga untuk urusan mencari pemain keturunan yang nanti bakal bertanding akan dibantu oleh Frank Wormuth yang bertugas sebagai konsultan pelatih Timnas Indonesia U-17.
Apa yang dilakukan oleh Bima Sakti justru terdengar oleh Hasani Abdulgani, mantan Exco PSSI. Ia mengungkapkan jika pelatih tersebut tidak mempunyai prosedur yang sesuai ketika melakukan pemanggilan kepada para pemain diaspora tersebut.
Hasani Abdulgani mempunyai pengalaman yang tinggi pada urusan hal pemanggilan untuk para pemain keturunan.
"Gimana cara Shin Tae-yong meminta (Pemain Keturunan), setelah dia riset, ada tim dia, oke dia mau pemain a b c d. Pemain ini diajukan tertulis kepada Direktur Teknik," ucap Hasani Abdulgani, yang dikutip Suara Denpasar dari bandung.suara.com, Minggu (3/9/2023).
"Direktur Teknik mengajukan ke Sekjen-an, nah baru nanti siapa yang ditunjuk oleh PSSI, baru kontak pemain. Kaya kemarin lah kita U-17 (Timnas Indonesia U-17), serampangan lagi pemainnya yang dipanggil-panggil," tambahnya kemudian.
Dari keduanya kita dapat melihat perbedaan yang mencolok mengenai cara Bima Sakti dan Shin Tae-yong ketika melakukan pemanggilan pemain diaspora yang sangat kontras terjadi.
Sehingga menurut Hasani Abdulgani, apa yang dilakukan Bima Sakti dianggapnya kurang profesional dan justru menimbulkan kontroversial.(*/Rizal)
Baca Juga: Logo dan Maskot Piala Dunia U-17 Dirilis FIFA, Erick Thohir Beri Respons Begini