Suara Denpasar - PSS Sleman harus menelan kekalahan 0-1 di kandang Borneo FC Samarinda di pekan ke-12 lanjutan Liga 1 pada Minggu (17/9/2023) di Stadion Segiri, Samarinda.
Pada laga itu, tandukan bek Borneo FC, Silverio Goncalves menjadi gol pemecah kebuntuan di masa injury time babak kedua.
Hasil inipun membuat tren tak pernah kalah PSS Sleman dalam 5 pertandingan terakhir akhirnya kandas.
Pelatih tim Super Elang Jawa, Marian Mihail mengungkapkan kekecewaannya karena kekalahan tersebut.
"Saya sedikit kecewa karena harus kebobolan di menit-menit akhir.. tapi inilah sepak bola," kata Mihail dikutip dari akun Instagram @pssleman pada Senin (18/9/2023).
Menurutnya, kekalahan PSS Sleman atas Borneo FC Samarinda itu akan menjadi pengalaman berharga untuk pertandingan berikutnya.
"Kami belajar dari pertandingan ini.. belajar dari kesalahan ini," pungkasnya.
Sementara itu, kelompok suporter setia PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) mendesak untuk tidak memainkan kiper Anthony Pinthus.
"Mbah Pinthus dicadangkan aja mbah.. coa mainkan M. Ridwan deh sekali-kali," tulis @anti.cedut dikutip di kolom komentar postingan tersebut.
Baca Juga: Bongkar Jual Beli Juara Liga, Pengamat Sepak Bola Ophan Lamara Ungkap Bobroknya PSSI dan PT LIB
"Agar silaturahmi tidak terputus.. bolehkan match selanjutkan kipernya jangan Pinthus," tambah @novitadwss_.
"Kecewa itu rotasi pemain coach.. jangan bebal memainkan pemain-pemain itu saja.. biar mereka berkompetisi menjadi yang terbaik.. Pinthus saat istirahat dulu..Sano dan Yevhen gak ada obat wajib diganti tengah musim, yang lain not bad lah," pungkas @irvanarianto.
Seperti diketahui, gol tunggal Borneo FC Samarinda tercipta saat Anthony Pinthus lengah membaca datangnya bola.
Sehingga, Silverio Goncalves mampu memanfaatkan peluang tersebut untuk menyeruduk bola ke arah yang susah dijangkau Pinthus.(*/Rizal)