Suara Denpasar - Kabar transfer Pratama Arhan dari Tokyo Verdy ke Suwon FC telah menggemparkan dunia sepakbola Indonesia. Namun, sorotan tajam datang dari seorang analis data sepakbola profesional, Ben Griffis, yang mempertanyakan apakah Suwon FC hanya melihat Arhan sebagai alat pemasaran semata.
Akun Twitter @KORFootballNews menjadi sumber informasi awal tentang transfer ini. Unggahan mereka berbunyi, "Suwon FC akan menandatangani bek internasional Indonesia Pratama Arhan dari Tokyo Verdy pada bulan Januari mendatang. (Sports Chosun) #kleague".
Ben Griffis, yang dikenal sebagai seorang analis data sepakbola yang cakap, mengeluarkan komentar pedas melalui akun Twitter pribadinya, @BeGriffis.
"Bagaimana jika Arhan hanyalah alat pemasaran sepanjang hidupnya? Suwon FC memang lebih baik dari Verdy. Saya tahu dia memiliki potensi, tetapi pada dasarnya dia tidak pernah bermain di klub sejak pindah ke Verdy, yang pasti akan merugikan perkembangan pemain muda ini. Saya cukup optimis," tulisnya.
Pertanyaannya adalah, apakah Pratama Arhan hanya akan menjadi alat pemasaran bagi Suwon FC atau benar-benar akan memiliki peluang bermain yang signifikan di klub ini? Ini adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh masa depan.
Ben Griffis menyoroti kemungkinan bahwa Suwon FC mungkin hanya melihat Pratama Arhan sebagai alat pemasaran. Di era modern sepakbola, popularitas pemain dapat memiliki dampak besar pada aspek bisnis klub, termasuk penjualan tiket, merchandise, dan branding. Meskipun ini adalah pendekatan yang wajar dalam dunia bisnis sepakbola, penting juga untuk memberi pemain peluang bermain yang cukup.
Arhan adalah pemain muda berbakat yang telah membuktikan kemampuannya sebagai bek internasional asal Indonesia. Namun, seperti yang disoroti oleh Ben Griffis, kekurangan peluang bermain di klub sebelumnya dapat menjadi penghalang serius dalam perkembangan karirnya. Bergabung dengan Suwon FC, klub yang berkompetisi di K-League dengan standar yang lebih tinggi, bisa menjadi langkah maju bagi Arhan.
Griffis juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan pemain seiring dengan upaya pemasaran. Menandatangani pemain untuk pengembangan dan peluang masa depan sambil memanfaatkan popularitasnya adalah pendekatan yang seharusnya memberikan manfaat ganda bagi klub.
Namun, jika klub sebelumnya tidak memberikan kesempatan kepada pemain untuk berkembang, ini menjadi masalah yang perlu diberi solusi.
Pada akhirnya, hanya waktu yang akan menjawab apakah Arhan akan menjadi lebih dari sekadar alat pemasaran dalam karir sepakbolanya. (*/Dinda)