Suara Denpasar - Pratama Arhan menjadi perbincangan di berbagai media sosial usai dikabarkan akan membela Suwon FC setelah kontrak dengan Tokyo Verdy usai.
Suwon FC diketahui berlaga di K League 1, namun kini calon klub Pratama Arhan ini tengah terseok-seok di papan bawah klasemen K League 2.
Menyisakan satu pertandingan, yakni pada laga ke-33, menghadapi Daegu, klub Suwon FC terancam terdegradasi ke K League 2 meski meraih kemenangan di laga terakhir. Sampai laga ke-33, Suwon FC berada di peringkat ke-10.
Namun, regulasi Liga 1 Korea memiliki dua babak. Yakni babak reguler dengan 33 laga. Kemudian babak final dengan masing-masing tim melakoni 5 laga. Sehingga total ada 38 laga.
Pada babak final ini, 12 tim dibagi dua grup. Grup A untuk 6 tim teratas untuk mencari juara dan yangberhak ikut LCA, sedangkan Grup B untuk 6 tim terbawah akan bertarung untuk terhindar dari degradasi.
Nah, setelah melalui babak final yang menandingkan 5 laga inilah, tim peringkat 12 akan otomatis degradasi ke K League 2. Di sisi lain, juara K League 2 otomatis promosi ke K League 1.
Sedangkan peringkat 11 akan menjalani laga play off melawan peringkat 2 K League 2.
Di sisi lain, peringkat 10 akan jalani play off melawan pemenang dari semi-play off peringkat 3, 4, dan 5 K League 2.
Pemenang dari play off itu akan tetap atau promosi ke K League 1.
Pratama Arhan resmi bergabung dengan Suwon FC, maka pemain asal Blora ini kemungkinan bertemu dengan Asnawi Mangkualam yang membela Jeonnam Dragons.
Diketahui, Suwon FC terakhir kali bermain di K League 2 pada musim 2020 lalu.
Setelah berlaga selama 3 musim di K League 1, Suwon FC harus turun ke K League 1 musim 2024 mendatang.
Terlepas dari itu, Suwon FC diprediksi bakal jadi pelabuhan berikutnya untuk Pratama Arhan setelah Tokyo Verdy.
Sebagaimana diketahui, Pratama Arhan jarang mendapat menit bermain di Tokyo Verdy. Ia hanya tampil 3 kali membela klub asal Jepang ini.
Meskipun begitu, pengalaman yang didapat Pratama Arhan bakal jadi bekal saat melanjutkan karir di klub selanjutnya.