denpasar

Ciri-Ciri Kanker Serviks, Pencegahan dan Pentingnya Deteksi Dini

Suara Denpasar Suara.Com
Kamis, 26 Oktober 2023 | 11:24 WIB
Ciri-Ciri Kanker Serviks, Pencegahan dan Pentingnya Deteksi Dini
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara Denpasar - Kanker serviks adalah salah satu penyakit mematikan yang sayangnya tidak mudah dikenali pada tahap awal. Banyak wanita tidak memiliki pemahaman mendalam mengenai penyakit ini.

Namun, dalam kenyataannya, kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah kanker payudara pada wanita.

Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati posisi sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia. Pada tahun 2014, terdapat lebih dari 92 ribu kematian akibat kanker serviks, yang menyumbang sekitar 10 persen dari keseluruhan kematian wanita di Indonesia pada tahun tersebut.

Lebih mencemaskan lagi, jumlah kasus baru kanker serviks terus bertambah, dengan sekitar 21.000 kasus baru yang terdiagnosis. Dari 40 perempuan yang didiagnosis setiap harinya, sekitar separuh dari mereka berakhir dengan kematian.

Mengingat dampak yang serius dan angka kematian yang tinggi, adalah sangat penting untuk mengenali ciri-ciri kanker serviks, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko tertentu.

Dikutip denpasar.suara.com dari berbagai sumber, Kamis 26 Oktober 2023. Kanker serviks, atau juga dikenal sebagai kanker leher rahim, adalah jenis tumor ganas yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim.

Selain faktor-faktor seperti faktor genetik dan perokok, penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV), yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual.

Meskipun sebagian besar orang mampu menghilangkan virus ini dengan sistem kekebalan tubuh mereka sendiri, pada beberapa individu, virus HPV dapat bertahan selama bertahun-tahun dan akhirnya menyebabkan sel-sel di leher rahim menjadi sel kanker.

Vaksinasi adalah cara yang efektif untuk melindungi diri dari infeksi HPV dan, dalam banyak kasus, kanker serviks dapat disembuhkan jika terdeteksi pada tahap awal.

Baca Juga: Lirik Lagu Kisinan 2 - Masdddho 'Bola Bali Nggo Dolanan' Viral TikTok

Mengenali gejala kanker serviks adalah langkah awal yang penting untuk deteksi dini dan penanganan yang efektif. Ciri-ciri kanker serviks mungkin tidak terlalu jelas pada tahap awal, tetapi perlu dicurigai jika muncul gejala-gejala seperti:

STADIUM AWAL

Kutil di tubuh.

Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Anemia.

Perdarahan di luar siklus menstruasi.

Perdarahan setelah berhubungan seksual.

Perdarahan pasca-menopause.

Nyeri atau ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

Keputihan dengan bau yang kuat.

Keputihan yang mengandung darah.

Nyeri panggul.

Buang air kecil yang lebih sering.

Bercak di urine.

Ciri-ciri kanker serviks pada stadium awal ini bisa menyerupai gejala penyakit lain, oleh karena itu penting untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut jika mengalami gejala-gejala ini.

STADIUM SEDANG

Pendarahan pada vagina di luar periode haid.

Rasa sakit saat berhubungan seksual.

Nyeri panggul.

Pendarahan bercampur keputihan.

Periode haid yang lebih lama dari biasanya.

STADIUM LANJUT

Sakit punggung.

Nyeri pada tulang.

Kelelahan yang tidak dapat dijelaskan.

Keluarnya urin atau tinja dari vagina.

Pembengkakan pada kaki.

Penurunan berat badan yang signifikan.

Tahap lanjut biasanya menggambarkan tingkat perkembangan dan penyebaran kanker.

Angka harapan hidup pasien bergantung pada tingkat kanker saat didiagnosis. Deteksi dini sangat penting untuk memastikan prognosis yang lebih baik.

Untuk diketahui 99,7 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV), yang sering ditularkan melalui hubungan seksual.

Melindungi diri dengan vaksinasi HPV adalah langkah penting dalam pencegahan kanker serviks.

Selain itu, ada faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker serviks, termasuk aktivitas seksual yang dini, memiliki infeksi menular seksual lainnya, sistem kekebalan tubuh yang melemah, dan paparan obat-obatan tertentu selama kehamilan.

Seiring dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, pencegahan kanker serviks juga mencakup vaksinasi, skrining rutin, pengobatan dini, dan perawatan paliatif.

Tes skrining, seperti IVA Test atau Pap Smear, digunakan untuk mendeteksi kanker serviks atau sel prakanker yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Pemeriksaan ini idealnya dikombinasikan dengan tes HPV DNA.

Pemeriksaan lebih lanjut termasuk kolposkopi untuk memeriksa sel yang abnormal, biopsi, dan tes darah lengkap.

Pengobatan kanker serviks bergantung pada tingkat kanker, tetapi biasanya melibatkan pembedahan, kemoterapi, radioterapi, atau pengangkatan rahim.

Meskipun tidak ada gejala kanker serviks yang khusus untuk siklus menstruasi yang tidak teratur, penting untuk selalu memperhatikan perubahan dalam tubuh dan menjalani pemeriksaan rutin. Deteksi dini adalah kunci untuk melawan kanker serviks dan meningkatkan peluang penyembuhan. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI