Suara Denpasar – Langkah Bhayangkara FC untuk memboyong bintang Persib Bandung I Putu Gede Juni Antara dan bintang Persija Jakarta Witan Sulaeman di bursa transfer paruh musim menimbulkan sejumlah polemik.
Tak sedikit dari supporter Persib maupun Persija Jakarta yang menyayangkan langkah Bhayangkara FC dalam memboyong Putu Gede dan Witan Sulaeman.
Hal ini lantaran tak lepas dari performa kedua pemain yang dinilai sedang dalam kondisi bagus bersama tim masing-masing. Seperti Witan Sulaeman yang hampir selalu masuk dalam starting eleven Persija Jakarta.
Namun demikian, menepis semua tudingan tersebut CEO Bhayangkara FC Sumardji mengatakan jika langkah The Guardian dalam memboyong pemain sudah sesuai dengan prosedur.
Melansir dari laman resmi Bhayangkara FC, Sumardji menyebut proses memboyong Putu Gede sudah melalui persetujuan dan kesepakatan antara Persib, Putu, dan Bhayangkara. Ketiganya sudah sepakat jika bek kanan tersebut bisa kembali ditarik The Guardian jika dibutuhkan.
“Dari awal perpindahan Putu ke Persib, pihak Bhayangkara, manajemen Persib dan Putu sendiri sudah sepakat, jika Putu dibutuhkan kembali ke Bhayangkara maka pihak Persib harus melepasnya,” ungkap Sumardji.
Selain itu, untuk rekrutmen Witan Sulaeman pun Sumardji mengklaim jika pihak Persija lah yang menawarkan terlebih dulu jasa pemain berlabel Timnas Indonesia tersebut.
Sumardji juga meluruskan jika pihak Bhayangkara sudah membayarkan kompensasi pada Persib dan juga Persija terkait status peminjaman kedua pemain bintang tersebut.
“Biaya yang kami keluarkan sangat besar. Jadi semua proses pelepasan dengan skema apapun tetap harus ada konpensasinya. Tidak benar jika hanya mendatangkan begitu saja,” sambungnya. (*/Ana AP)
Baca Juga: BRI Liga 1 : Bali United Potensi Coret 2 Pemain Asing Jelang Kontra Madura United