Depok.suara.com - Ayah kandung Brigadir J, Samuel Hutabarat rupanya memperhatikan penampilan teradakwa Putri Candrawathi saat menjalani sidang kasus pembunuhan anaknya.
“Soal Putri, yang saya perhatikan, apalagi di akhir persidangan, mulai dia masuk di beberapa hari yang lalu, di ruang persidangan, saya sangat memperhatikan penampilan dia,” tutur Samuel, dikutip dari KompasTV.
Menurutnya, penampilan istri Ferdy Sambo berbeda dengan penampilannya dengan sejumlah sidang di mana dia tampak membiarkan rambutnya terurai.
“Berbeda dengan penampilan yang selama ini di dalam persidangan.”
Menurutnya, Putri Cendrawathi mencoba untuk mengambil simpati dari hakim dan jaksa.
“Drama tangisan yang dibangun Putri kemarin, itu untuk mengambil simpati hakim dan jaksa,” ulangnya.
Ia juga mempertanyakan, jika memanh Putri merupakan korban pelecehan atau pemerkosaan yang dilakukan oleh Brigadir J di Magelang, kenapa ia engga melakukan visum.
“Kalau memang dia diperkosa di Magelang, kenapa tidak lapor, kenapa tidak divisum?"
Terlebih, menurut Samual, di zaman sekarang, jangankan memperkosa menyentil telinga pun kini bisa dilaporkan dan masuk penjara.
Baca Juga: Hotman Paris Semprot Sunan Kalijaga yang Bela Ferry Irawan: Jangan Banyak Bacot Lah!
“Disentil saja kuping orang, bisa dipenjara. Ini apalagi diperkosa, dibanting, masih sempat lagi dia memanggil almarhum Yosua ke kamarnya untuk berbicara," ucapnya.
Menurut Samuel, masih ada hal yang terasa aneh dan janggal pada keterangan yang diberikan Putri Cendrawathi sejauh ini.
“Ini sudah sangat janggal. Ada apa di balik ini semua?” ungkapnya.
Dalam dialog itu, Samuel juga menyebut Richard Eliezer, terdakwa lain pada kasus itu, sudah membantah dengan sangat tegas hal-hal yang disampaikan oleh Ferdy Sambo.
“Kalau dalam hal kesaksian dia, apakah sudah semua yang disaksikannya di persidangan, kami kan tidak bisa menilai secara akurat, karena kan kami tidak ada di TKP,” kata Samuel.
“Tetapi, kalau melihat reaksi si Eliezer dalam menjawab si Ferdy Sambo, dia sudah sangat tegas menentang apa omongan Ferdy Sambo.”