Depok.suara.com - Teh menjadi salah satu minuman penopang gaya hidup dari zaman ke zaman. Bahkan, peradaban Asia sudah mengenalkan teh sedari dulu. Sehingga, banyak jenis teh yang beredari di negara Asia, Khususnya Indonesia.
Namun, pernahkah kamu mendengar nama teh oolong? Jenis teh ini sudah cukup populer di Indonesia. Meski demikian, masih banyak yang belum tau asal dan manfaat teh oolong bagi tubuh.
Teh oolong merupakan minuman asli China yang terbuat dari daun tanaman Camellia Sinesis. Ini merupakan tanaman yang sama untuk membuat teh hijau dan hitam.
Kendati demikian, yang membuat teh oolong berbeda adalah cara pembuatannya. Teh hijau diproduksi dari daun teh segar yang belum mengalami oksidasi.
Sementara teh hitam diproses dengan dihancurkan untuk meningkatkan oksidasi. Adapun teh oolong, diproses ketika daun layu di bawah sinar matahari untuk menciptakan oksidasi parsial.
Proses inilah yang menghasilkan warna gelap, rasa pahit dan aroma khas. Meski demikian, teh oolong memiliki manfaat sangat baik bagi tubuh.
Mengutip dari India, Selasa (2/5/2023) secangkir teh oolong memiliki berbagai nutrisi, seperti mineral, kalium, kalsium, dan vitamin. Teh oolong juga memiliki sifat antioksidan yang dikenal sebagai polifenol.
Lengkapnya, berikut ini 3 manfaat teh oolong untuk kesehatan.
1. Menurunkan Risiko Diabetes
Baca Juga: Tak Masuk Skuad Tim Musim Depan, PSIS Semarang Lepas Aldhila Ray Redondo
Secara umum, teh oolong telah terbukti membantu melindungi tubuh dari diabetes. Rasa pahit dari teh oolong mengurangi resistensi insulin dan peradangan.
Antioksidan polifenol teh oolong dipercaya membantu menjaga kadar gula darah dan meningkatkan kinerja insulin dalam tubuh.
2. Baik untuk Kesehatan Jantung
Sifat antioksidan pada teh oolong mampu menangkal radikal bebas sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, polifenol dalam teh oolong bisa mengaktifkan enzim pencegah trigliserida atau sejenis lemak dalam darah.
3. Membantu Menurunkan Berat Badan
Teh oolong juga bertanggung jawab untuk mengurangi lemak tubuh. Para peneliti menemukan kemampuan teh untuk meningkatkan penghambatan enzim, dan interaksi antioksidan dengan mikrobiota usus secara khusus.