Nikita Mirzani tampak murka karena ikut disalahkan atas perilaku putri sulungnya, Laura Meizani alias Lolly yang sempat kepergok mabuk di sebuah acara. Peristiwa Lolly mabuk pun setelah videonya berjalan sempoyongan di sebuah acara viral di media sosial, belum lama ini.
Lolly pun dianggap makin terang-terangan bersikap bebas setelah memilih tinggal bersama keluarga Mami Eda, wanita asal Timor Leste yang menetap di Inggris.
Setelah video Lolly mabuk viral, Nikita Mirzani mengaku tak sudi jika disalahkan atas tabiat putrinya itu. Pasalntya, banyak netizen yang menganggap jika perbuatan Lolly akibat meniru Nikita yang selama ini dikenal kontroversial.
Nikita Mirzani pun angkat bicara lewat video yang dibagikan ulang akun @lambe_danu2_official. Seolah memastikan tak pernah mengajarkan anaknya untuk menim minuman keras, artis yang kerap disapa Nyai itu pun menantang balik bagi orang yang pernah melihat video dirinya sedang mabuk.
"Ada yang komen bilang, 'Iyalah anaknya kayak gitu, nggak beda jauh sama emaknya'. Emang kalian pernah ketemu video saya lagi mabuk?" kata Nikmir seperti dikutip dari Metro.suara.com--jaringan Suara.com, Kamis.
Dia pun mengungkit cerita saat masih berusia seperti Lolly. Beda halnya dengan Lolly, Nikita Mirzani mengaku tak pun bersentuhan dengan minuman keras kala duduk di bangku sekolah.
"Memang kalian tahu masa muda saya waktu umur 16 tahun? Saya 16 tahun itu lagi sekolah di Muhammadiyah. Enggak ada saya minum, nggak ada saya mabuk, nggak ada saya kabur dari rumah, nggak ada," klaimnya.
Dia pun kembali memastikan tidak pernah mengajarkan hal buruk sepertuk mabuk-mabukan di depan anak-anaknya.
"Jadi kalau kalian bilang, 'Ya iyalah anaknya nyontoh emaknya', saya tidak pernah mencontohkan hal-hal yang buruk ke anak saya," sambungnya.
Nikita lalu kembali menyalahkan orang-orang dewasa di sekitar Lolly karena membiarkannya mengakses alkohol dan bahkan malah memviralkan momen kala sang anak mulai kehilangan kesadaran. Pasalnya menurut Nikita, Lolly masih di bawah umur sehingga seharusnya tidak bisa mengakses minuman keras.
"Orang dewasanya gendeng berarti, kenapa anak itu dibiarkan sampai lunglai? Orang dewasanya di situ kenapa tidak melarang? Malah direkam, disebarin," pungkas Nikita.
(Sumber: Metro.suara.com)