Tawaran maju menjadi bakal calon legislatif alias bacaleg di Pileg 2024 mendatang ternyata sempat diajukan Partai NasDem kepada Nikita Mirzani. Namun, Nikita Mirzani ogah menerima tawaran Bacaleg dari Partai NasDdm. Alasannya karena partai besutan Surya Paloh itu telah mengusung Anies Baswedan sebagai Bacapres.
Pernyataan itu diungkap Nikita Mirzani dalam sesi live di Instagram pribadinya yang dilihat Suara.com, dari Nindya Tw, Minggu (20/8) kemarin.
Nikita Mirzani awalnya mengaku diminta maju menjadi Bacaleg dari Partai NasDem di Pileg tahun depan.
"Tadi aku disuruh nyalon DPR RI kan, (dari partai) NasDem," kata Nikita Mirzani.
Akan tetapi, Nikita Mirzani ogah menerima tawaran nyaleg karena Partai NasDem telah mengusung Anies menjadi Bacapres-nya.
"Eh ada Anies, nggak jadi gue," ujarnya sembari terkekeh.
Aktris yang kerap disapa Nikmir tak secara gamblamg membeberkan alasannya batal maju di Pileg. Dia hanya mengatakan memiliki visi misi yang berbeda dengan Anies Baswedan.
"Ya nggak papa, beda visi misi ngapain sama-sama," katanya.
Tak cuma itu, Nikita Mirzani juga tak ingin nyaleg sekarang ini, karena dirinya sering mengenakan baju seksi.
Baca Juga: Riasan Wajah Terlalu Menor, Bella Bonita Dikatai Mirip Tante-tante saat Ngunduh Mantu
"Nanti ya, kalau gue udah nggak pakai bikini lagi. Kalau gue nggak jalan-jalan ke pantai pakai bikini lagi," kata Nikita.
Sebab, Nikita Mirzani takut dirinya dihujat sebagai wakil rakyat yang tak bisa memberikan contoh baik bila masih mengenakan bikini.
Nikita Mizrani bertekad akan maju menjadi calon anggota legislatif ketika usianya sudah 45 tahun.
"Ntar gue jadi anggota DPR RI terus gue ke mana gitu pakai bikini yang nutupin pentil doang, viral lagi. Nanti dibilang nggak mencerminkan sebagai wakil rakyat. Gimana rakyatnya mau bener, orang wakilnya bergitar genjreng gitu nanti," katanya.
Dukung Prabowo Presiden
Nikita Mirzani sebelumnya blak-blakan mendukung Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi Bacapres di Pilpres 2024 mendatang. Alasannya Prabowo dianggap layak menjadi pengganti Joko Widodo di kursi Presiden berikutnya