Kawasan Gunung Bromo mengalami kebakaran pada Rabu (6/9) kemarin diduga akibat ulah pengunjung yang melakukan foto prewedding di area tersebut dengan menggunakan flare (suar) untuk kepentingan dokumentasi. Peristiwa kebakaran di Bromo terekam kamera amatir warga hingga viral di media sosial.
Dalam video, terlihat ada lima orang, di antaranya empat laki-laki dan satu perempuan. Mereka terlihat berdiri di sekitar area padang savana Bromo saat sedang melakukan pemotretan prewed menggunakan kamera dan tripod. Namun, kelima orang itu terlihat santai walau api diduga akibat flare prewed itu telah membakar area padang savana di Bromo.
Video berdurasi 41 detik itu, sontak menjadi viral setelah diunggah berkali-kali. Banyak yang penasaran, siapa saja sosok yang terekam dalam video yang diduga menjadi pemicu kebakaran di Bromo saat menggelar prewedding dengan menggunakan flare.
Salah satunya pemilik akun Twitter (X) @anomharya yang ikut mengunggah kebakaran di kawasan Bromo.
"Area Savana Bromo terbakar sore ini akibat 'kreativitas' mereka. Diperkirakan dampaknya akan semakin besar. Kalo ada yg kenal fotografer dan klien dalam video, tolong mention di sini. Banyak yg mau silaturahmi," cuitnya dilihat pada Kamis (15/9).
Aksi kelima orang yang menggelar prewed itu pun menjadi sasaran amukan netizen. Bahkan, banyak netizen yang penasaran dengan akun medsos kelima orang itu.
"Kayak gini bisa dituntut ganti rugi dan pidana ga sih? Minimal ganti rugi biaya operasional pemadaman api. Sekalian diblacklist dari semua Taman Nasional," tulis salah satu netizen geram.
"Iya mestinya pelaku tanggung jawab mengganti semua biaya operasional pemadaman api & biaya pemulihan lahannya juga," timpal yang lain.
"Kalo dah ketemu sosmednya itu setan drop yaa, pengen silaturahmi," sahut netizen lainnya.
Baca Juga: 4 Stok Bek Tengah Timnas Indonesia, Ada Pemain Naturalisasi yang Baru Join
"Akun IG calon pengantin dan fotografernya apa ya?" tanya yang lainnya lagi.
Hingga saat ini, belum diketahui secara jelas identitas kelima orang tersebut. Namun, dari kabar yang beredar, mereka sudah ditangani oleh Polres Probolinggo. Imbas kebakaran di gurun savana yang diduga karena aktivitas prewedding dengan flare, kawasan wisata Gunung Bromo tutup total sejak 6 September 2023.