Mencuat kabar terbaru dari Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang sebelumnya dikabarkan 'hilang' usai KPK menggeledah rumah dinasnya, beberapa waktu lalu. Kekinian, Mentan SYL dikabarkan bakal pulang ke Indonesia, Rabu (4/10), petang ini.
Mengutip Suara.com, SYL dilaporkan akan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, pada pukul 18.00 WIB. Kabarnya soal kepulangan itu, Mentan SYL disebut terbang dari Singapura pada pukul 17.20 waktu setempat dengan menggunakan maskapai Singapore Airline bernomor penerbangan SQ964.
Sumber Suara.com di Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM membenarkan hal tersebut.
"Dapat info landing hari ini pakai SQ," ujar sumber Suara.com dikonfirmasi, Rabu.
Sementara itu, Plh Kabid Humas Imigrasi Bandara Soetta, Habiburokhman turut menyampaikan hal serupa.
"Saya juga mendengar seperti (SYL tiba di Bandara Soetta)," kata dia.
Nama Mentan SYL menjadi sorotan karena diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi di Kementan yang kini sedang diusut KPK. Namun, keberadaaan SYL seolah 'lenyap' usai KPK menggeledah rumah dinas dan kantornya di Kementan, beberapa waktu lalu.
Dalam serangkaian penggeledahan itu, KPK menemukan uang puluhan miliar hingga 12 pucuk senjata api (api). Diduga penggeledahan itu dilakukan usai nama Syahrul Yasin Limpo dikabarkan menjadi tersangka terkait kasus korupsi di Kementan.
Saat KPK melakukan penggeledahan, Syahrul tidak berada di Indonesia. Politikus Partai NasDem itu meninggalkan Indonesia pada 24 September 2023 melalui Bandara Soekarno Hatta, kemudian transit di Doha lalu menuju Roma, Italia. Namun, sejak melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, keberadaan Syahrul Yasin Limpo dipertanyakan lantaran tak kunjung balik ke Indonesia.
Disindir Tersesat
Usai SYL dikabarkan 'raib', pimpinan KPK memberikan tanggapan dengan pernyataan cukup menohok.
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango masih berpikir positif atas kabar Syahrul Yasin Limpo yang mendadak 'hilang' setelah kunjungan kerja ke Eropa itu. Seolah memberikan sindiran, Nawawi pun menyebut kata 'tersesat' terkait keberadaan SYL yang kini belum diketahui di mana rimbanya.
"Positif thinking saja, mungkin cuman tersesat, kita berharap agar yang bersangkutan bisa segera temukan jalan yang benar, balik ke Indonesia," kata Nawawi dikutip dari Suara.com, Rabu (4/10).
Nawawi juga menegaskan jika proses penyidikan dalam kasus korupsi di Kementan itu tetap dilakukan oleh penyidik.
"Yang pasti, proses penyidikan perkara akan terus dilakukan satgas sidik," katanya.