- Serial Zona Merah dikembangkan menjadi film layar lebar yang tetap berlatar di kota terisolasi bernama Rimbalaya.
- Alur cerita film berfokus pada perjuangan Maya mencari adiknya di tengah wabah virus dan pemerintahan korup.
- Film yang dijadwalkan rilis ini melibatkan pemeran lama serta bintang baru seperti Luna Maya dan Bryan Domani.
Luna Maya pun sangat menjaga kerahasiaan identitas tokoh yang ia perankan agar penonton merasa penasaran.
"Pokoknya kalau ada yang suka ngomong-ngomong di pemerintahan siapa, itu rahasia. Ayo siapa? Itu jadi referensi saja," kata Luna dengan nada penuh teka-teki.
Aghniny Haque ikut memberikan bocoran soal peran Luna Maya di film Zona Merah.
"Tapi bocor alus, ini aku suka banget lagi melihat look-nya Kak Luna di sini bener-bener cewek Alpha yang 'minggir lo semua' gitu. Gue tembak lo satu-satu," ucap Aghniny Haque memberi pujian.
Sementara itu soal peran Bryan Domani, ia akan tampil dengan full action.
"Karakternya sangat beda buat aku sih karena ini pertama kali yang di mana karakter aku sendiri ada sekitar almost 80 persen full action. Ya, ada tembak-tembaknya," imbuh Bryan Domani.
Perbedaan film dan series
Andri Mashadi yang kembali tampil menekankan, film ini tetap bisa dinikmati meskipun penonton belum menyaksikan serialnya.
Ia menjamin bahwa versi layar lebar ini memiliki kualitas yang setara dengan film zombie kelas dunia.
"Tapi dengan menikmati film ini sendiri pun menurut saya sudah menjadi sebuah sajian yang lengkap, komplet tanpa harus kita tonton season satunya," ujar Andri Mashadi meyakinkan calon penonton.
Andri juga menambahkan, kekuatan utama film ini terletak pada perpaduan genre yang sangat kaya dan unik.
Penonton tidak hanya akan disuguhi teror mayat hidup, tetapi juga bumbu-bumbu emosional yang tetap menghibur.
"Di antara ketegangan yang begitu naik turun gitu ya kita enggak dikasih napas, tuh masih ada momen-momen komedi plus romance plus koplak gitu ya di waktu yang bersamaan, yang bikin napas si Zona Merah-nya ini tuh jadi apa ya, jadi menarik untuk kita tonton," tutur Andri.