- Film horor Tumbal Proyek garapan sutradara Jero Point dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 13 Mei 2026.
- Kiesha Alvaro dan Callista Arum memerankan kakak-beradik yang mengungkap misteri kematian ayahnya di lokasi proyek konstruksi yang mencekam.
- Produksi film ini melibatkan totalitas akting serta detail desain produksi untuk menonjolkan pesan moral tentang bahaya keserakahan manusia.
Kompleksitas cerita juga didukung oleh karakter misterius Yanto yang diperankan Adi Sudirja.
"Yanto ini mengetahui semuanya yang tidak mereka ketahui. Tapi aku menyembunyikan semua itu," ucap Adi, memberikan sedikit bocoran tentang perannya sebagai penjaga rusun yang memegang kunci dari banyak rahasia.
Totalitas di Balik Layar dan Atmosfer Lokasi Syuting
Proses produksi Tumbal Proyek yang berlangsung selama 23 hari syuting menuntut totalitas dari para pemain dan kru.
Syuting yang mayoritas berlokasi di sebuah rumah susun (rusun) kosong dan tak berpenghuni berhasil menciptakan atmosfer mencekam secara alami.
Bagi Callista Arum, tantangan terbesar adalah adaptasi fisik dan mental.
"Tantangan paling terbesarnya menurut aku kalau syuting film horor adalah jam tidur yang terbalik. Itu lumayan banget. Dan fisik juga ya, karena pasti film horor tuh banyak teknisnya," imbuh pemeran Laras tersebut.
Sementara itu, Kiesha Alvaro menghadapi tantangan teknis yang lebih spesifik.
Demi mendalami perannya sebagai pekerja proyek, dia harus mengikuti pelatihan khusus untuk mengoperasikan berbagai alat berat.
"Karakter Yuda itu kan dia pekerja proyek yang langsung terjun ke lapangan. Jadi pastinya banyak penggunaan alat-alat berat. Contohnya aku belajar crane, belajar bawa ekskavator, dan lain-lain," tuturnya.
Meski tema filmnya serius dan mencekam, para pemain mengaku suasana di lokasi syuting justru sangat menyenangkan dan penuh keakraban, yang membantu mereka untuk tetap bersemangat.
Kualitas Produksi yang Tak Main-Main
Salah satu aspek yang paling dibanggakan para pemain adalah kualitas produksi film ini, mulai dari sinematografi hingga desain produksi (art direction).
Adi Sudirja, yang mengaku ini adalah film horor pertamanya, menaruh kepercayaan besar pada visi sutradara dan tim produksi.
"Aku pribadi tertarik karena ini film horor pertamaku, dan Jero Point dengan pemikirannya yang out of the box. Cerita-cerita horornya bagus-bagus," ujar Adi.
Kiesha Alvaro secara khusus memuji hasil kerja sinematografer, Aji Rahmansyah.
"Dari pengambilan gambar, shout out buat Pak Aji. Sinematografinya bagus banget," katanya memuji.
Adi Sudirja bahkan menyoroti detail luar biasa dari tim desain produksi dalam menjaga kesinambungan visual (continuity), yang menurutnya menjadi nyawa dari film.
"Sesimpel gini, lantai itu seharusnya enggak kayak gitu. Tapi di lantai yang lain, maksudnya di scene berbeda, mereka harus build lagi agar sama persis. Art-nya bagus banget, itu yang nyawanya di film," kata Adi antusias.
Pesan Mendalam di Balik Teror Mencekam
Di luar adegan-adegan yang memacu adrenalin, Tumbal Proyek menyisipkan pesan moral yang kuat tentang bahaya keserakahan dan pentingnya nilai sebuah keluarga.
Para pemain berharap penonton tidak hanya merasa takut, tetapi juga dapat merenungkan pesan yang coba disampaikan.
"Keserakahan manusia itu hal paling menakutkan sebenarnya," ucap Callista.
Kiesha kemudian menambahkan sebuah pesan yang lebih personal dan menyentuh.
"Selagi orangtua masih hidup, temenin," ujarnya, mengisyaratkan betapa berharganya waktu bersama keluarga.
Chemistry antara Kiesha Alvaro dan Callista Arum sebagai kakak-beradik pun terjalin dengan sangat natural, meskipun ini adalah proyek pertama mereka bersama.
Kiesha mengaku sempat "protes" karena Callista yang sedikit lebih tua darinya justru memerankan sang adik. Namun, dinamika itu justru membuat interaksi mereka di layar terasa otentik.
"Kami itu bukan tipe kakak-adik yang touchy, tapi kalau ada apa-apa, gue yang maju duluan buat lu," imbuh Kiesha, menggambarkan hubungan Yuda dan Laras yang saling melindungi.
Dengan cerita yang solid, karakter berlapis, kualitas produksi yang detail, serta pesan moral yang kuat, Tumbal Proyek siap menjadi salah satu film horor yang tidak hanya akan dikenang karena terornya, tetapi juga karena kedalaman ceritanya