Viral Mahasiswa Bawa Lari dan Banting Bocah, Kenapa Malah Dibela Netizen?

Yazir F, Tiara Rosana

Selasa, 21 April 2026 | 18:10 WIB
Viral Mahasiswa Bawa Lari dan Banting Bocah, Kenapa Malah Dibela Netizen?
Seorang mahasiwa banting anak kecil [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Seorang mahasiswa di Kediri membanting anak kecil karena kesal sering diejek dengan sebutan "monster".
  • Polisi memastikan insiden ini bukan penculikan dan kini tengah mendalami kondisi kejiwaan pelaku serta tindak pidana kekerasannya.
  • Alih-alih dihujat, pelaku justru mendapat simpati publik yang mengkritik kurangnya pendidikan adab dan pola asuh orangtua korban.

Suara.com - Sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria menggendong paksa lalu membanting seorang anak kecil ke aspal beredar luas di media sosial.

Peristiwa kekerasan ini terjadi di Kota Kediri pada Rabu, 15 April 2026. Alih-alih sepenuhnya dihujat, sang pelaku yang merupakan seorang mahasiswa justru mendapat banyak simpati dan pembelaan dari warganet.

Insiden ini awalnya sempat memicu kepanikan karena dinarasikan sebagai aksi percobaan penculikan.

Namun, unggahan akun Instagram @kisah_kriminal mengklarifikasi bahwa narasi penculikan tersebut adalah hoaks. Motif utama kekerasan ini berakar dari perundungan verbal.

"Dari informasi yang beredar aksi tersebut dilakukan pelaku karena dia merasa kesal sering diejek 'monster' oleh bocah tersebut," tulis keterangan dalam unggahan video tersebut.

Aksi mahasiswa ini kini tengah ditangani oleh pihak berwajib. Selain menyelidiki tindak pidana kekerasannya, polisi juga mendalami kondisi kejiwaan sang pelaku.

"Kasus ini sendiri masih dalam penyelidikan karena ada dugaan pelaku juga memiliki masalah psikologis," tambah keterangan akun itu.

Meski tindakan membanting anak kecil secara fisik tidak dapat dibenarkan, kolom komentar justru dibanjiri sentimen publik yang menyudutkan pihak korban.

Banyak warganet yang meluapkan kekesalan terhadap pola asuh orang tua zaman sekarang yang dianggap gagal mendidik adab, sehingga anak tumbuh menjadi perundung.

baca juga

"Makanya punya anak dididik adab yang bener," tulis akun @cas***.

Kritik tajam juga diarahkan kepada orangtua yang kerap memaklumi kenakalan anak.

Ilustrasi kasus kekerasan anak dan perempuan. [Ist]
Ilustrasi kasus kekerasan anak  [Ist]

"Anak kecil itu enggak lucu. Orang tua harusnya ajarin tata krama dan bahasa yang baik dan didik mulut lisan mereka. Jangan berlindung di balik kata 'masih kecil'," tegas akun @ir.***.

Bahkan, tidak sedikit netizen yang terang-terangan mendukung aksi nekat pemuda tersebut sebagai bentuk pelajaran.

"Kapok sih, aku dukung yang banting. Masih kecil enggak diajarin yang bener, nanti gede dikit masuk SD jadi tukang bully," komentar akun @iri***.

Kasus ini memicu perdebatan panas di dunia maya. Di satu sisi tindakan kekerasan fisik mendapat sorotan hukum, namun di sisi lain publik menekankan pentingnya orang tua mengajarkan etika dan batasan kepada anak agar tidak memicu petaka bagi orang lain maupun dirinya sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa dan Warga Gelar Aksi di Tugu Tani

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa dan Warga Gelar Aksi di Tugu Tani

Foto | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG

Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa UNAS Desak Perubahan hingga Siapkan Gugatan Hukum

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa UNAS Desak Perubahan hingga Siapkan Gugatan Hukum

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jalan Menuju Patung Kuda Ditutup dan Mahasiswa Tertahan Barikade

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Jalan Menuju Patung Kuda Ditutup dan Mahasiswa Tertahan Barikade

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Mahasiswa Gelar Aksi di Tugu Tani, Kenapa Tak Lagi di Bundaran HI atau DPR?

Mahasiswa Gelar Aksi di Tugu Tani, Kenapa Tak Lagi di Bundaran HI atau DPR?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Sebut Rezim 'Gagal Total', Koalisi SADAR Beberkan 5 Rapor Merah Prabowo di Tugu Proklamasi

Sebut Rezim 'Gagal Total', Koalisi SADAR Beberkan 5 Rapor Merah Prabowo di Tugu Proklamasi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:24 WIB

Mahasiswa ULM Ungkap Kondisi Terkini Karhutla di Kalimantan, Jarak Pandang Hanya 2 Meter

Mahasiswa ULM Ungkap Kondisi Terkini Karhutla di Kalimantan, Jarak Pandang Hanya 2 Meter

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Apa Sebenarnya yang Dilakukan Greenpeace? Viral Bentangkan Spanduk di Bundaran HI

Apa Sebenarnya yang Dilakukan Greenpeace? Viral Bentangkan Spanduk di Bundaran HI

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Rp2,7 Miliar KIP Kuliah Salah Salur ke Mahasiswa Meninggal, Kok Bisa Lolos?

Rp2,7 Miliar KIP Kuliah Salah Salur ke Mahasiswa Meninggal, Kok Bisa Lolos?

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Usman Hamid: Pemenjaraan Demonstran Bisa Membungkam Suara Kritis Anak Muda

Usman Hamid: Pemenjaraan Demonstran Bisa Membungkam Suara Kritis Anak Muda

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Terkini

Suahasil Bantah Gaji PNS Dicairkan Lewat Kopdes, Tetap dari Kas Negara

Suahasil Bantah Gaji PNS Dicairkan Lewat Kopdes, Tetap dari Kas Negara

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Perempuan Pelaku Usaha Perlu Lebih dari Sekadar Modal untuk Berkembang

Perempuan Pelaku Usaha Perlu Lebih dari Sekadar Modal untuk Berkembang

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:33 WIB

BI Mau Cabut Izin PJP jika Gunakan QRIS untuk Transaksi Judol

BI Mau Cabut Izin PJP jika Gunakan QRIS untuk Transaksi Judol

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Drakor Bisbol GIFT Tayang 5 Desember, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Drakor Bisbol GIFT Tayang 5 Desember, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati, Sekjen PDIP: Pemimpin Harus Berani Lawan Ketidakadilan

Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati, Sekjen PDIP: Pemimpin Harus Berani Lawan Ketidakadilan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Meski Capai Target, PGN Akui Penyaluran Gas Hadapi Kendala

Meski Capai Target, PGN Akui Penyaluran Gas Hadapi Kendala

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Bos BI Khawatir Modal Asing Banyak Kabur Setelah Pengumuman MSCI

Bos BI Khawatir Modal Asing Banyak Kabur Setelah Pengumuman MSCI

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:21 WIB

8 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Murah untuk Kulit Sawo Matang

8 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Murah untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Kemarahan Dedi Mulyadi ke Warga Ciamis Viral ke Internasional: Gubernur Naik Pitam

Kemarahan Dedi Mulyadi ke Warga Ciamis Viral ke Internasional: Gubernur Naik Pitam

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Investasi Emas Tak Harus Mahal, Kini Bisa Dimulai dari Rp1.000

Investasi Emas Tak Harus Mahal, Kini Bisa Dimulai dari Rp1.000

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:16 WIB

×