SUARA GARUT – Belakangan ini jagat maya dihebohkan dengan pengobatan Ida Dayak. Pengobatan yang unik ini dilakukan seorang ibu berasal dari suku Dayak.
Dalam mengobati pasien, Ida Dayak memang memiliki cara unik yaitu menggoyangkan tubuh atau terlihat seperti sedang berjoget.
Gerakan tarian Ida Dayak tentunya gerakan khas tari suku Dayak, Kalimantan Timur, daerah asal Ibu Dayak. Gerakan tarian itu terlihat cukup lincah dan didukung dengan aksesoris khas suku Dayak.
Dari tarian tersebut akhirnya banyak warganet yang memparodikan tarian yang dilakukan Ida Dayak dan menjadikannya konten di media sosial.
Salah satunya pemilik akun Tiktok @malaga.fams, terlihat sedang menyanyikan sebuah lagu sambil melakukan tarian ala Ibu Ida Dayak.
Dengan berpakaian layaknya Ibu Ida Dayak, penyanyi itu tampak melakukan ritual menyembuhkan pasien yang tangannya pura-pura bengkok.
Tak hanya itu, Teuku Zanzabella, istri dari perwira polisi itu juga memparodikan metode penyembuhan yang sedang viral dengan berpakaian seperti Ida Dayak.
Melihat aksi itu, ada seorang lelaki yang mengaku sebagai keturunan suku Dayak mengaku dirinya kesal dengan maraknya konten parodi itu.
Dalam akun instagram @lambe__danu, tampak seorang lelaki yang menyebutkan bahwa ada makna khusus dari aksi joget yang dilakukan Ibu Ida Dayak. Dikatakan, Ida Dayak bukan hanya sekedar joget, melainkan sedang melakukan ritual yang biasa dilakukan leluhur.
Baca Juga: Gandeng Polri, TNI AL Ingin Pelaku Curas Modus Jasa Travel Terhadap Serka Hanif Cepat Ditangkap
“Tolonglah kalian yang bikin konten mengolok-olok, yang dilakukan Ibu Ida Dayak sambil berjoget itu bukan sembarangan, itu bagian dari leluhur kami. Leluhur kami itu bukan hantu, itu orang tua kami. Jadi tidak ada alasan bikin konten untuk hiburan atau bercandaan menirukan pengobatan ibu Dayak,” ucap lelaki tersebut, dikutip garut.suara.com pada Senin (10/04/2023).
Bahkan lelaki itu, mengucapkan untuk lebih berhati-hati karena adanya kepuhunan atau kedatangan musibah atau celaka sesuai apa yang kita perbuat.
Lelaki itu juga meminta agar masyarakat senantiasa menghargai budaya orang lain. (*)
Editor: Farhan